oleh

Kadisdik Lamteng : Renovasi Sekolah Bisa Diusulkan Lewat Dapodik

radarlampung.co.id. – Sektor pendidikan menjadi salah satu perhatian Pemkab Lampung Tengah dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Meski demikian masih banyaknya keluhan terhadap sarana-prasarana pendidikan yang kurang memadai atau rusak.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lamteng Syarif Kusen menyatakan pembangunan atau renovasi sekolah merupakan urusan pemerintah pusat.

“Masalah pembangunan atau renovasi sekolah itu urusan pemerintah pusat. Kita hanya memfasilitasi. Kita imbau agar pihak sekolah mengajukan ke pusat lewat Dapodik (Daftar Pokok Pendidikan) dari Kemendikbud,” katanya, senin (4/3).

Pihak sekolah, kata Kusen, harus aktif mengisi Dapodik secara online. “Aktif isi Dapodik secara online. Prosedur pengajuannya memang lewat Dapodik. Isi sarana-prasarana apa yang akan diajukan untuk dibangun atau direnovasi. Terangkan secara detail,” ujarnya.

Baca :   Camat Geram, Ada Sekolah Tidak Ikut Penyemprotan Disinfektan Serentak

Tahun ini, kata Kusen, Kemendikbud ada program perbaikan ruang guru dan kepala sekolah. “Kemendikbud ada program melalui Dapodik untuk perbaikan ruang gur dan kepala sekolah. Mudah-mudah Lamteng dapat,” ungkapnya.

Terkait renovasi sarana-prasarana sekolah yang telah diajukan, Kusen juga berharap bersabar.

Sekolahan yang kondisinya memerlukan perbaikan di antaranya SMPN 1 Bangunrejo. Salah satu bangunan rusak, khususnya ruang guru dan kepala sekolah. Bangunan ini dibangun 1982. Bahkan menurut Kepala SMPN 1 Bangunrejo Suhandi sudah diajukan tapi belum direspons. “Sudah tiga kali diajukan, tapi belum direspons,” ucapnya.

Baca :   Libur Sekolah Lamtim Diperpanjang Hingga 22 April

Bukan hanya SMPN 1 Bangunrejo. SDN 2 Seputihjaya, Kecamatan Gunungsugih, juga beberapa waktu lalu membutuhkan perbaikan. Beruntungnya, Tunas Toyota Bandarjaya, merenovasi ruang kelas III SDN 2 Seputihjaya yang dibangun 1983 pada masa Bupati KDH Tk. II Lamteng R. Soekirno. Bantuan renovasi ruang kelas yang kondisinya yang cukup memprihatinkan ini merupakan corporate social responsibility (CSR) Tunas Toyota. (sya/wdi)

Komentar

Rekomendasi