oleh

Sungguh, Nenek di Wayserdang Ini Butuh Perhatian Pemerintah

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kehidupan memang butuh perjuangan. Namun tentu berat bagi seorang nenek yang hidup sebatang kara tanpa siapa-siapa.

Kehidupan yang dialami Sumini, sungguh memiluhkan dan menyayat hati. Nenek renta berusia 65 tahun ini menunjukkan sikap tak lazim sejak dua tahun belakangan ini.

Selama dua tahun itu, sehari-hari ia mengurung diri di dalam kamar dan tidak mau keluar rumah. Warga Desa Gedung Boga, Kecamatan Wayserdang, Mesuji ini hidupnya sebatang kara tanpa sanak saudara yang mendampingi di masa tuanya.

Sumini adalah warga transmigrasi yang telah menetap di Wayserdang sejak tahun 1982. Kini, Sumini hidup menjanda lantaran sangat suami, Sumijan, meninggal dunia puluhan tahun lalu.

Nenek tersebut hanya mau ditemui satu tetangganya bernama Siti Fatimah (45) yang tinggal berjarak tiga rumah dengan kediaman Sumini. Kepada Radarlampung.co.id, Suti mengungkapkan bahwa dirinya tersentuh dan mempunyai rasa iba dengan tingkah aneh yang di miliki Sumini.

Sebab, kata Siti, dua tahun lalu, keberadaan Sumini tidak ada kejanggalan apapun dan masih keluar rumah seperti biasanya. Tetapi, imbuh Siti, sejak dua tahun belakangan ini Sumini hanya berdiam diri di kamar dan tidak melakukan aktivitas apapun.

“Hanya diam saja melihat orang takut dan dia hanya mau di temui oleh saya saja. Sudah dua tahun mbah Sumini tidak keluar kamar,” ucap Siti Senin (4/3/2019).

Untuk komunikasi, Sumini sebenarnya masih jelas berbicaranya. “Cuma itulah, dia gampang ngambek pokoknya takut banget sama orang baru. Gak tahulah mas, dia itu kenapa saya bingung,” tutur Siti.

Tragisnya, sambung siti, sejak kondisi Sumini jompo tidak ada satupun petugas atau pejabat pemerintahan baik di tingkat Desa Kecamatan maupun Kabupaten yang datang menjenguk kondisi nenek sebatang kara tersebut. Bahkan petugas kesehatan pun tak pernah ada yang datang.

Sedikit harapan dari Siti, ia merasa khawatir jika malam kepada nenek Sumini karena takut ada binatang yang berbahaya memasuki rumahnya. “Sampean lihat sendiri, rumahnya banyak rusak dan atapnya sudah bolong bolong. Harapannya pemerintah atau sosok dermawan ada yang bisa sedikit banyak membantu mbah Sumini,” kata dia. (muk/sur)

Komentar

Rekomendasi