oleh

Wujudkan Ecoliteracy dengan Pelestarian Mangrove

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pengetahuan dan pemahaman intelektual memang penting, tetapi keduanya tidak akan pernah mencapai tujuan pendidikan yang sesungguhnya. Ilmu pengetahuan harus mampu memberi jawaban terhadap berbagai masalah nyata yang dihadapi di segala bidang kehidupan.

Karena itu, pendidikan harus menyentuh seluruh hidup para peserta didik, termasuk nilai-nilai kehidupan, keahlian dan ketrampilan, serta relasinya dengan dunia sekitar.

Dalam upaya ini, SMA Fransiskus Bandarlampung berusaha mengintegrasikan pembelajaran di kelas dan mewujudnyatakan aksi dengan pembelajaran di luar kelas.

Kali ini, kelas X MIA 1 memilih aksi nyata terlibat langsung dalam pelestarian Mangrove di Desa Batumenyan, Telukpandan, Pesawaran.

Penanaman Manggrove ini menjadi upaya mewujudkan pendidikan ecoliteracy, di mana para peserta didik dilatih untuk mempunyai 4 kompetensi dalam pembelajaran. Ke-4 kompetensi itu adalah belajar untuk mengetahui (the head), belajar untuk menjadi (the heart), belajar melakukan (the hands), dan belajar untuk hidup bersama (the spirit).

“Dengan mempunyai keempat kompetensi di atas, para peserta didik diharapkan mempunyai keharmonisan kepedulian terhadap seluruh mahluk ciptaan dan lingkungan hidup,” kata Sr. Paulina, Kepala Sekolah SMA Fransiskus, Senin (4/3). (mar/kyd)

Komentar

Rekomendasi