oleh

Banjir Landa Empat Kecamatan di Tanggamus

radarlampung.co.id – Sejumlah pekon pada empat kecamatan di Tanggamus terdampak banjir, Senin malam (4/3). Yakni Kecamatan Pugung, Bandarnegeri Semuong, Semaka dan Wonosobo.

Berdasar informasi yang dihimpun Radarlampung.co.id, untuk Kecamatan Semaka, banjir terjadi di Pekon Karangrejo, Garut dan Sidodadi. Kemudian Pekon Karangnyar di Kecamatan Wonosobo; Pekon Banding, Rajabasa dan Pekon Gunungdoh, Kecamatan Bandarnegeri Semuong.

Selanjutnya Pekon Tanjungagung, Sukamulya, Gading, Sukamaju, Pungkut dan Pekon Sumanda di Kecamatan Pugung.

Banjir yang terjadi di Kecamatan Semaka Wonosobo disebabkan meluapnya sungai Way Semaka. Sedangkan banjir yang merendam tiga pekon di Kecamatan Bandarnegeri Semuong disebabkan jebolnya tanggul sungai Way Semuong.

Kepala Pekon Banding Abu Sofyan mengatakan, hujan deras turun sejak Senin sore. Ini menyebabkan debit air sungai Way Semuong meningkat. Tanggul tdak mampu menahan derasnya air da jebol.

“Tanggulnya jebol sekitar 50 meter. Air masuk ke pemukiman warga Pekon Banding dan Rajabasa. Ada sekitar 200 rumah yang terendam dengan ketinggian 30-100 centimeter,” kata Abu Sofyan, Selasa (5/3).

Sementara Kepala Pekon Gunungdoh Ruslin menambahkan, banjir yang terjadi lantaran Way Semuong meluap dan tidak ada tanggul penahan banjir di sisi sungai. “Nggak ada tanggulnya. Jadi air meluap ke pemukiman,” ujarnya.

Terpisah, Camat Semaka Suyanto mengatakan, pihaknya masih turun ke lapangan untuk memeriksa mendata dampak banjir. ”Belum tahu berapa jumlahsawah dan rumah yang terdampak banjir,” kata Suyanto.

Pada bagian lain Camat Wonosobo mengatakan, hingga siang ini banjir masih merendam Pekon Karanganyar. “Belum tahu ada berapa rumah serta sawah yang kerendam. Masih didata oleh Kasi Trantib,” ujarnya.

Sebelumnya Pj. Sekretaris Kabupaten Tanggamus Hamid H. Lubis mengatakan, sejak Senin malam, pihak kecamatan dan personel Badan Penanggulangan  Bencana Daerah (BPBD) siaga di Kecamatan Pugung.

“Pagi ini, tim dari beberapa OPD menyusul mendatangi lokasi banjir,” kata Hamid kepada Radarlampung.co.id.

Hamid menuturkan, berdasar hasil pantauan, banjir paling parah terjadi di Pekon Sukamulya. Di wilayah ini, empat rumah hanyut,  35 rumah terendam dan satu warung roboh.

“Kemudian satu jembatan gantung putus dan lebih dari 10 titik longsor yang menghawatirkan. Sampai saat ini, anak-anak dan orang tua masih mengungsi,” urainya. (uji/ehl/ais)

 

 

 

Komentar

Rekomendasi