oleh

Di Depan Ribuan Pendukung, Jokowi Beber Program

radarlampung.co.id-Kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Deklarasi Dukungan Petani, Nelayan, dan Buruh Se-Lampung di Kampung Karangendah, Kecamatan Terbanggibesar, Lampung Tengah, disambut antusias. Ribuan orang memadati lapangan dan jalanan.

Ketua timses Jokowi-Maruf Amin di Lampung Arinal Djunaidi menyatakan Jokowi adalah putra terbaik Indonesia. “Bapak Jokowi putra terbaik Indonesia. Masyarakat yang hadir di sini untuk memberikan penghargaan kepada Bapak Jokowi karena telah memajukan Lampung,” katanya dalam sambutan.

Dalam sambutannya, Jokowi menyatakab Lampung, khususnya Lamteng, merupakan miniatur Indonesia. “Lampung, khususnya Lamteng, miniatur Indonesia. Semua suku ada di sini. Di Indonesia ada 714 suku yang berbeda adat istiadat, agama, dan bahasa. Mari jaga persatuan, persaudaraan, dan kerukunan. Jangan sampa berbeda pilihan tidak rukun. Saya serahkan kepada hati nurani kalian untuk memilih. Tak usah dipaksakan. Tapi, yang kumpul di sini sudah jelas,” ungkapnya.

Jokowi juga memaparkan sejumlah programnya. “Ke depan setelah Kartu Indonesia Pintar (KIP), ada KIP Kuliah. Jika tidak mampu mau kuliah bisa. Kemudian lulusan SMK/SMA ada kartu pra-kerja. Nanti di-training dan dilatih oleh pemerintah atau BUMN. Jika belum bekerja bisa diberi insentif. Ada juga kartu sembako. Beli sembako murah ini penting. Nanti bisa beli beras, gula, minyak, dan sembako lain dengan harga berbeda atau khusus lebih murah,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Jokowi meminta warga yang mendapat bantuan PKH maju. Suryani, salah satu warga menyatakan gemetar dan senang bisa bertemu dengan Pak Jokowi. “Saya gemetar. Saya punya anak tiga, dua SMP dan satu balita. Dapat PKH Rp1,9 juta. Saya pengen dikasih modal untuk jual uduk keliling,” kata Suryani.

Jokowi menanggapi bahwa dirinya tidak bisa membelikan. “Saya nggak bisa beliin. Nanti dimarahi Bawaslu. Saya nggak janji, tapi saya catat,” katanya.

Jokowi juga menitipkan kepada warga agar tidak ada fitnah di kampung-kampung. “Saya titip jangan ada fitnah di kampung-kampung. Misalnya pemerintah melarang azan, nggak ada. Kemudian nanti legal kawin sejenis, tidak ada. Kita ada norma agama. Jangan termakan isu atau hoax!” pintanya.

Selain itu, Jokowi minta semua masyarakat mengawasi penggunaan dana desa. “Tolong masyarakat ikut awasi penggunaan dana desa. Ini supaya bisa menetas jadi jalan, embung, dan irigasi. Saya titip itu. Ke depan akan lebih banyak lagi,” ungkapnya. (sya/wdi)

Komentar

Rekomendasi