oleh

Polda Lampung Bantah Ada Kekerasan Terhadap Aksi Mahasiswa saat Peresmian Jalan Tol

Radarlampung.co.id – Polda Lampung membantah adanya tindakan refresif terhadap sekelompok mahasiswa yang menggelar aksi massa saat peresmian Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggibesar di gerbang Tol Natar, Lampung Selatan, Jumat (8/3).

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Sulistyaningsih mengatakan, sampai saat ini tidak ada laporan yang masuk terkait adanya aksi kekerasan saat peresmian yang dihadiri Presiden Joko Widodo tersebut. 

“Saya belum tahu, nanti tak cek dulu, tapi sejauh ini tidak ada laporan,” ujarnya kepada radarlampung.co.id, melalui sambungan telepon, Jumat (8/3) malam. 

Meski demikian, Sulis -sapaannya menambahkan, tindakan represif bisa saja terjadi karena dalam kondisi pengamanan rombongan presiden. “Kalau pengamanan presiden ada yang membuat tidak aman, itu polisi berhak mengamankan, karena jalannya kedatanga presiden harus aman dan steril,” imbuhnya

Terkait, pengakuan M. Hadiyan Rasyadi, Wakil Presiden BEM U KBM Universitas Lampung (Unila) yang mengatakan bila dirinya bersama rekan-rekannya mendapatkan perlakuan kekerasan, seperti penyeratan dan pemukulan, Sulis anggap hal itu mengada-ada.

“Tidak ada itu, gak ada yang sampai begitu. Harus di cek bener siapa saksinya. Karena saya mendapat laporan dari jajaran semua berjalan dengan kondusif,” tandasnya. 

Sementara Hadiyan Rasyadi menceritakan kejadian itu kepada Radar Lampung, Jumat (8/3) malam. Aksi mereka berlangsung di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggibesar di gerbang Tol Natar, Lampung Selatan, Jumat (8/3).

Komentar

Rekomendasi