oleh

Pedagang Asongan Itu Tewas Karena Rebutan Lahan

radarlampung.co.id – Pengejaran yang dilakukan tim khusus antibandit  (Tekab) 308 Polres Tulangbawang membuahkan hasil. Dalam waktu sekitar 25 jam, polisi berhasil mengamankan Fendi alias Cucung (35), warga Kampung Kahuripan, Kecamatan Menggala Timur.

Lelaki itu diduga pelaku penganiayaan terhadap Riko Sanjaya (22), warga Dusun Cakatraya, Kampung Menggala yang menyebabkan pemuda itu tewas, Kamis (7/3).

Kasatreskrim Polres Tulangbawang AKP Zainul Fachry mengatakan, Fendi ditangkap saat berada di Kampung Bujungtenuk, Menggala. ”Kita tangkap sekitar pukul 17.00 WIB, Jumat (8/3). Tersangka bersembunyi di sana,” kata Zainul mewakili Kapolres Tulangbawang AKBP Syaiful Wahyudi, Sabtu (9/3).

Zainul mengungkapkan, keributan tersebut dipicu pembagian lahan dagang di jembatan Cakatraya, Kamis sore (7/3). Fendi dan Riko merupakan pedagang asongan di kawasan tersebut.

Keduanya terlibat cek cok. Kemudian Fendi pergi. Namun beberapa saat kemudian ia datang dan melihat Riko duduk di pinggir jalan berjualan rambutan. ”Tersangka datang mengendarai motor untuk menemui korban. Lantas tersangka yang membawa celurit, menyerang korban. Setelah itu, ia melarikan diri,” ujarnya.

Riko yang mengalami luka bacok di punggung sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Menggala. Namun nyawanya tidak bisa diselamatkan.  ”Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui semua perbuatannya dan menyerahkan alat untuk menyerang korban,” ucapnya.

Zainul mengungkapkan, dalam kasus ini pihaknya menyita barang bukti senjata tajam jenis celurit, motor jenis Honda GTR, dan pakaian korban. ”Tersangka akan dijerat dengan pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiyaan yang mengakibatkan kematian. Ancaman hukumannya paling lama tujuh tahun,” tegasnya.

Diketahui, keributan yang menewaskan Riko berujung dengan pembakaran rumah Fendi di Kampung Kahuripandalam, Menggala Timur, Kamis malam (7/3). Sebelumnya, ia terlibat perselisihan dengan Riko. (nal/ais)

 

Komentar

Rekomendasi