oleh

DPW LDII Lampung Kaji Shahih Muslim Juz 4

radarlampung.co.id – Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Provinsi Lampung mengadakan Kajian Shahih Muslim Juz 4. Bertempat di Masjid Hizbullah, Labuhandalam, Bandarlampung, kajian ini berlangsung selama enam hari mulai 11 hingga 16 Maret 2019.

”Ini guna meningkatkan keilmuan setiap muslim. Khususnya bagi warga LDII di Provinsi Lampung serta meningkatkan peran LDII sebagai  lembaga dakwah,” jelas Ketua DPW LDII Lampung dr. H. Aditya M. Biomed dalam sambutannya.

Aditya juga menyampaikan LDII mendukung kegiatan dalam memerangi berita hoax, terorisme atau hal lain yang sifatnya merusak. ”Salah satunya dengan menyelenggarakan Kajian Shahih Muslim ini,” tandasnya.

Disadarinya kini masyarakat sering mendengar pemberitaan berkaitan pilpres dan pileg. Berita tersebut yang selalu dibaca terutama melalui media sosial. Terlebih lagi sering dijumpai berita hoax yang dapat memecah-belah persatuan bangsa Indonesia.

“Banyak pemberitaan hoax dan isu yang dapat memecah-belah bangsa. Dalam mendukung kegiatan memerangi hal tersebut, LDII mengadakan Kajian Shahih Muslim Juz 4 sekaligus untuk meningkatkan keilmuan” terangnya.

Ditambahkannya, tantangan di zaman milenial ini yaitu supaya dapat memenuhi ruang publik dalam era digital dengan konten-konten dakwah (keagamaan). Menurutnya jangan sampai justru dikuasai orang-orang yang menyebarkan berita kekerasan.

”Misi Kementerian Agama yang harus bersinergi dengan lembaga dakwah, termasuk dengan LDII dalam meningkatkan kualitas penghayatan, pemahaman-pemahaman agama, meningkatkan kerukunan umat beragama, dan peningkatan pemanfaatan ekonomi yang berbasis keumatan,” jelasnya.

Sementara, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf Kanwil Kemenag Provinsi Lampung H. Wasril Purnawan, S.E., M.Si. yang hadir membuka acara tersebut menyampaikan bahwa Kemenag punya tiga misi.

Yaitu meningkatkan kualitas penghayatan-pemahaman-pengamanan agama, meningkatkan kerukunan umat beragama, dan peningkatan pemanfaatan ekonomi yang berbasis keumatan yang dalam mewujudkannya perlu bersinergi dengan lembaga dakwah termasuk LDII dengan warganya. “Kajian Shahih Muslim ini termasuk bentuk peran LDII dalam mewujudkan misi Kemenag,” tandasnya. (mel/rim)

 

Komentar

Rekomendasi