oleh

Pelaksanaan OSN SMP Tingkat Kota Bandarlampung Berbuntut Protes

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SMP se-Kota Bandarlampung, di SDN 1 Palapa, Tanjungkarang Pusat, Sabtu (16/3), menyisakan persoalan. Itu lantaran pelaksanaan kegiatan tahunan itu, dinilai tidak dipersiapkan dengan matang.

Kegiatan yang diikuti sebanyak 326 siswa SMP/MTs itu dibuka langsung oleh Koordinator Pengawas Drs. Suwandi Umar, M.Pd. mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bandarlampung Ir. Daniel Marsudi.

Salah satu orang tua yang enggan disebut namanya mengaku mendapati beberapa ruangan pelaksanaan OSN diisi 30 peserta, dengan masing-masing bangku diisi dua peserta. Menurutnya, bila mengacu pada petujuk teknis juknis yang dipelajarinya, seharusnya satu siswa ditempatkan 1 meja.

“Ini malah satu meja buat dua orang. Lagian, jaraknya itu antar meja atau kursi peserta seharusnya minimal satu meter, atau maksimal 20 orang per ruangan. Ini kok malah berdekatan,” ungkapnya kepada Radar Lampung, Minggu (17/3).

Dirinya mengaku telah melaporkan temuannya itu kepada panitia pusat dan Ombudsman. Hal tersebut, katanya, dilakukan demi perbaikan kedepannya. “Sudah saya laporkan ke panitia pusat dan Ombudsman, seharusnya ini tidak terjadi,” imbuhnya.

Meski kejadian tersebut sudah berlalu, dirinya berharap kedepannya tidak akan terulang lagi. Karena kegiatan itu dilaksanakan serentak secara nasional. “Kita miris saja dengan kejadian seperti ini, kami orang tua yang ingin pendidikan Lampung maju, berharap tidak akan terlulang lagi,” harapnya.

Selain itu, katanya, kedepan untuk juklak/juknis yang ada seharusnya mencantumkan jarak dan kapasitas ruang yang merujuk seperti juklak/juknis OSN SMA yang terang benderang. Sehingga, tidak multitafsir dan menjauhkan dari kemungkinan penyimpangan-penyimpangan.

Dari hasil penelusurannya, dirinya mengungkapkan, permasalahan seperti itu tidak hanya terjadi di ruangan seleksi matematika OSN, tapi juga terjadi beberapa ruangan lainnya, di ruangan IPA.

Menanggapi hal itu, Koordinator Pengawas Drs. Suwandi Umar, M.Pd. tidak menapik keterangan tersebut. Namun demikian, dirinya mengungkapkan, ada satu ruangan yang berisi 30 peserta, masing-masing meja untuk dua peserta.

“Iya kami akui memang ada satu ruangan di lantai dua yang berisi 30 peserta, masing-masing meja untuk dua peserta. Karena ruangannya tidak cukup,” ungkapnya kepada Radar Lampung, Minggu (17/3) sore.

Meski demikian, menurutnya hal tersebut tidak menyalahi aturan dan dapat dipertanggungjawabkan. “Ya kurang ruangannya, kurang sedikit cuma satu ruangan itulah yang begitu. Tapi itu gak ada masalah,” imbuhnya.

Menurutnya, pengawasan sudah mereka lakukan secara maksimal. “Itu cuma kendala teknis saja. Bila dibuat 1 orang 1 meja juga kalau pengawasannya tidak bagus ya sama aja, kalau mau kecurang. Tapi intinya, semuanya dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya. (apr/sur)

Komentar

Rekomendasi