Ekonomi Bisnis PGN Sediakan Gas Alam untuk Segmen Industri

PGN Sediakan Gas Alam untuk Segmen Industri

Gagas Energi Indonesia (anak perusahaan PGN) saat melakukan Gas In di Hotel Radison, MBK, Bandarlampung, Rabu (20/3). Foto Elga Puranti/radarlampung.co.id

Radarlampung.co.id – Setelah memperkenalkan Jaringan Gas bagi rumah tangga (Jargas), PGN juga menyediakan CNG (compressed natural gas) sebagai bahan bakar alternatif bagi industri melalui salah satu anak perusahaan, PT Gagas Energi Indonesia. 

Sales Area Head Lampung, Mochammad Arief mengatakan, CNG atau yang dikenal juga dengan gas alam merupakan alternatif bahan bakar yang diperuntukan untuk segmen industri seperti mall dan hotel, rumah sakit, hingga moda transportasi. 

“Untuk saat ini, CNG digunakan untuk mengcover beberapa tempat industri yang belum dilewati jaringan pipa PGN. Tidak hanya digunakan sebagai bahan bakar di industri, namun juga dapat digunakan sebagai bahan bakar moda transportasi,” kata Arief kepada Radarlampung.co.id, Rabu (20/3). 

Sementara itu, Area head PT Gagas Energi Indonesia, Yanuar Triaji Baskara menambahkan, dengan menggunakan CNG, konsumen dapat menghemat biaya pengeluaran sebesar 20-30 persen. Selain itu, konsumen juga tidak perlu repot untuk mengganti tabung gas ketika habis. 

“Untuk saat ini, Hotel Radison yang ada di MBK Bandarlampung juga telah menggunakan jaringan Gagas. Setelah itu, jaringan Gagas ini juga rencananya akan diekspan agar bisa digunakan di MBK ke depannya,” terang Yanuar saat melakukan Gas In, di Hotel Radison. 

Yanuar mengatakan, hotel yang baru akan beroperasi pada April mendatang tersebut telah dipasangi pipa Gagas Energi, untuk mengalirkan CNG dari tabung utama. Gagas Energi sendiri telah hadir di Lampung sejak 2 tahun silam. 

Hingga saat ini, Gagas Energi telah menempati 15-20 persen dari seluruh pasar Industri yang ada di Lampung. Ini lantaran Gagas Energi masih terkendala pada bidang industri yang masih gemar menggunakan kayu atau pun arang sebagai bahan bakar. 

Ke depannya, Gagas Energi menargetkan ada penambahan grade pasar sebanyak 50 persen yang bisa diserap dari bidang Industri seperti Mall dan Perhotelan, di seluruh Lampung. Dalam satu bulan, Gagas Energi sendiri diberikan kuota sebesar 400 ribu meter kubik. 

Namun, yang tersuplay baru sekitar 150 ribu meter kubik per bulannya. “Jadi sisa kuota itu masih banyak sekali. Maka kami berharap grade pasar kita bisa meningkat hingga 50 persen kedepannya,” pungkasnya. (Ega/kyd)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini