oleh

Pakai CNG PGN Lebih Hemat 50 Persen

RADARLAMPUNG.CO.ID – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) milik PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, diharapkan dapat menjadi pioner dalam pengenalan gas alam kepada masyarakat Lampung. Fokus utama gas bumi yakni sejumlah hotel-hotel yang baru berdiri, apartemen, industri makanan dan minuman, serta kendaraan transportasi.

Direktur Utama PT Gagas Energi Indonesia, Sabaruddin mengatakan, kemampuan pelayanan gas bumi terhadap sektor industri yakni sebesar 700 ribu meter kubik per bulan. Namun, jumlah yang tersalur baru sekitar 20 ribu meter kubik per bulan.

“Kita juga berharap angka ini sesegara mungkin bisa meningkat dengan signifikan. Terlebih ada begitu banyak kendaraan yang bisa dikonversi,” kata Sabaruddin ditemui di SPBG PGN di Jl. Soekarno Hatta, Bandarlampung, Jumat (22/3).

Baca :   PGN Raih Penghargaan LHKPN Terbaik

Selain itu, sambung dia, jika dibandikan dengan BBM jenis premium, harga CNG tersebut lebih murah dengan selisih sekitar Rp2 ribu. “Harga CNG ini sebesar Rp4.500 per liter setara premium (lsp), sedangkan BBM jenis premium seharga Rp6.450 per liter. Jadi dengan menggunakan CNG, pengendara bisa menghemat biaya bahan bakar Rp2 ribu,” jelasnya.

Sedang untuk tipe kendaraan yang menjadi target sasaran penggunaan CNG, saat ini baru kendaraan-kendaraan yang menggunakan bahan bakar berjenis premium dan pertamax, khususnya roda dua dengan konsumsi bahan bakar yang tinggi. Seperti taxi online, taxi bandara dan lain-lain.

Komisaris Utama PT Gagas Energi Indonesia, Wahyudi Anas menambahkan, efisiensi penggunaan CNG hampir sebesar 50 persen. Untuk saat ini pengelolaan gas bumi memang masih minim dan masih harus disosialisasikan lebih jauh kepada masyarakat.

Baca :   Gasnet Hadirkan Program Gasplay untuk Warga Bandarlampung

“Pertanyaan yang paling banyak datang dari masyarakat biasanya seputar kemananan dan lain-lain. Tapi masyarakat tidak perlu hawatir karena dalam penggunaan gas bumi ini, kita telah menggunakan teknologi tinggi sehingga tidak akan mengganggu atau memberikan kendala pada mesin kendara,” katanya.

Selain itu, kendaraan yang dikonversi menggunakan CNG juga masih dapat menggunakan BBM sebagai bahan bakar sampingan. Sehingga ketika kendaraan tersebut kehabisan CNG, dapat langsung digantikan dengan BBM tanpa harus mengubah aliran ataupun mematikan mesin kendaraan.

“Harapan kita, kedepannya bisa bekerjasama dengan Pemda Lampung untuk mengakomodir kendaraan kedinasan yang masih menggunakan BBM pertamak, agar dapat pelan-pelan beralih menggunakan gas bumi,” pungkasnya. (ega/kyd)



Komentar

Rekomendasi