Corporate Affairs Director PT GGP Welly Soegiono menjelaskan kemitraan yang terjalin dengan petani pisang di Kecamatan Sumberejo, Tanggamus dalam peluncuran Kawasan Industri Hortikultura Didukung Aplikasi Industry 4.0 dan Pelepasan Ekspor Pisang Mas di Lapangan Margoyoso, Senin (25/3). FOTO RIO ALDIPO/RADARLAMPUNG.CO.ID
Corporate Affairs Director PT GGP Welly Soegiono menjelaskan kemitraan yang terjalin dengan petani pisang di Kecamatan Sumberejo, Tanggamus dalam peluncuran Kawasan Industri Hortikultura Didukung Aplikasi Industry 4.0 dan Pelepasan Ekspor Pisang Mas di Lapangan Margoyoso, Senin (25/3). FOTO RIO ALDIPO/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – PT Great Giant Pineapple (GGP) komitmen menjadikan petani di Tanggamus maju dan sejahtera. Upaya ini dilakukan melalui pola kemitraan. Di mana, petani dibina untuk menghasilkan produk berkualitas ekspor dan hasilnya dinikmati oleh petani sendiri.

Hal ini disampaikan Corporate Affairs Director PT GGP Welly Soegiono dihadapan Menteri Perindustrian Airlangga Hartato dalam peluncuran Kawasan Industri Hortikultura Didukung Aplikasi Industry 4.0 dan Pelepasan Ekspor Pisang Mas di Lapangan Margoyoso, Kecamatan Sumberejo, Senin (25/3).

Menurut Welly, peluncuran Kawasan Industri Hortikultura Didukung Aplikasi Industry 4.0 merupakan salah satu jalan pintas dari Kementerian Perindustrian untuk mensejahterakan petani.

Baca :   Tujuh Tahun, Jalan Pugung-Pulaupangung tak Diperhatikan

Dengan adanya kawasan industri hortikultura, tanah tetap milik petani dan investor hanya membina. Artinya, mulai hulu sampai standar budi daya pembinaan, investor yang memikirkan.

”Selama ini, petani hortikultura tidak bisa membeli pupuk, khususnya pupuk impor. Sebab kebiasaannya memang dibiarkan begitu saja. Tidak memiliki standar baik. Setelah diberikan fasilitas oleh Dirjen Bea Cukai, petani bisa langsung gunakan pupuk,” papar Welly.

Dilanjutkan, petani di Tanggamus sudah menjalankan jalankan pola industri 4.0, yakni penggunaan aplikasi e-Grower berbasis android. “Petani kita berikan HP berbasis android yang didalamnya ada beragam manfaat. Mulai dari kontrol tanam dan produksi, manajemen hingga koordinasi kegiatan petani terpadu,” urainya.

Baca :   Terbukti Terlibat Penyalahgunaan Narkoba, Oknum Staf Kejari Bakal Ditindak Tegas

Lebih lanjut Welly mengungkapkan, PT GGP sudah bermitra dengan petani di Tanggamus dalam beberapa tahun terakhir dan hasil yang didapat petani juga bagus. Konsep kemitraan yang diterapkan adalah share value. Artinya berbagi untung.

”Awalnya ada lahan 200 hektare yang bermitra. Kini sudah ada 1.000 hektare yang mau bergabung. Ini tentu akan meningkatkan perekonomian petani hortikultura di Tanggamus,” tegasnya.

Keberhasilan tersebut juga menjadi contoh bagi daerah lain. Seperti Pesawaran dan Bali yang sudah siap menerapkan pola tersebut. ”April, sudah bisa jalan yang di Bali,” kata Welly. (ral/ehl/ais)

 

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini