oleh

Lapor, Pasien Keluhkan Dugaan Kamar RSUD A Yani Bisa ‘Dibooking’

radarlampung.co.id-Rumahsakit Umum Daerah (RSUD) A. Yani Metro kembali jadi sorotan. Beberapa waktu lalu rumahsakit pelat merah ini disorot lantaran rujukan ditolak oleh salah satu rumahsakit di Jakarta, kini giliran pelayanan disoal pasien.

Kepada radar metro (grup radarlampung.co.id), rabu (27/3) Hermanto salah satu keluarga pasien RSUD A Yani mengeluhkan aturan soal kamar rawat inap. Kronologisnya berawal saat dirinya tengah mengantar sang adik yang terkena demam berdarah dangue (DBD) selasa (26/3) malam ke RSUD A. Yani.

“Setelah mendaftar di ruang pendaftaran bagian Unit Gawat Darurat (UGD) dan memdapatkan penanganan pertama, terus mengurus administrasi ruangan,” ucapnya.

Namun alih-alih mendapat ruangan kelas l sang adik ditempatkan di kelas 2. Alasannya, ruangan kelas l penuh.

“Tetapi pada saat itu, yang seharusnya mendapat ruangan kelas 1 ternyata dikatakan oleh seorang petugas administrasinya ruangan kelas 1 penuh semua. Dan akan kita tempatkan di kelas 2 yang berisikan tiga orang,” ucapnya.

Menurut Herman, dirinya mendapati ada kamar yang masih kosong. Namun kamar itu diduga telah dipesan oleh oknum pegawai rumahsakit sendiri.

“Ada kamar kosong, untuk kelas 2 yang berisikan 2 orang, tapi kata bagian administrasi di bagian UGD, itu sudah di pesan oleh perawat di RS tersebut. Akhirnya dengan cara marah dulu baru kamar tersebut boleh di tempati,” jelasnya.

Gede, staf bagian administrasi UGD RSUD A. Yani kepada wartawan membenarkan ada kamar yang diduga sudah dibooking oleh oknum perawat.

“Iya, memang ada yang kosong kamar kelas 2A bagian Penyakit Dalam C, tetapi sudah di pesan oleh perawat disini, jadi kami tidak bisa memakainya, karena memang aturannya begitu,” ucapnya.

Terpisah Direktur RSUD A Yani drg Erla Adrianti menolak berkomentar banyak terkait hal ini. Saat dikonfirmasi via ponselnya pukul 18.57 wib rabu (27/3) dirinya menyatakan tengah rapat. “Ke bidang pelayanan saja ya. Saya sedang rapat ini,” ucapnya singkat. (yok/rnn/rur/wdi)

Komentar

Rekomendasi