oleh

Kasus 5 Kakak-Adik Kabur dari Rumah, Kakam Ingatkan Ayah Ubah Kelakuan

radarlampung.co.id-Lima orang kakak beradik kabur dari rumah mereka lantaran kerap dianiaya oleh sang ayah. Kelima bocah tersebut saat ini ditangani pihak Lembaga Perlindungan Anak Lampung Tengah.

Kepala Kampung Poncowati Gunawan Pakpahan menyatakan, dirinya kerap menasehati S, ayah kelima bocah tersebut agar tidak bertindak kasar ke anak dan istrinya. Tapi nasihat itu diabaikan oleh S.

“Sudah sering dinasihati dan dimarahi. Tapi, memang tidak mau mendengarkan. Kami sudah kesal. Bukan hanya sering melakukan kekerasan fisik dan psikis kepada anak, tapi juga istrinya. Sering ribut. Ditambah lagi sekarang ini sering main perempuan,” katanya senin (1/4).

Gugun melanjutkan, dulu S bekerja di tambak udang di wilayah Tulangbawang. Kemudian pindah kerja ke Kalimantan dan terakhir bekerja sebagai tukang di Pringsewu.

Terkait keluarga lainnya di Kampung Poncowati, kata Gugun, sudah cuek. “Sudah cuek. Nggak mau ikut campur. Jadi ya mau bagaimana lagi? Memang harus diberi pelajaran biar jera,” tegasnya.

Gugun juga sudah berkomunikasi dengan ibu lima anak yang kabur itu. “Saya sudah telepon. Katanya pergi ke Cikampek nggak pamitan dengan suami. Mungkin ini juga jadi faktor penyebab emosionalnya tambah tak terkontrol,” ungkapnya.

Sedangkan Camat Terbanggibesar Fathul Arifin menyatakan dirinya sudah berkoordinasi dengan LPA dan Kakam. “Saya sudah koordinasi. Tunggu ibu lima anak ini pulang. Apakah juga sering mendapat KDRT. Kalau memang baru akan dilaporkan ke polisi. Lima anak ini masih butuh bimbingan orang tua,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, nasib malang menimpa lima orang kakak beradik warga Kampung Poncowati, Kecamatan Terbanggibesar, Lampung Tengah.

Mengaku kerap mendapat kekerasan fisik dan psikis dari ayah kandungnya, kelimanya nekat kabur dari rumah.Kelimanya yakni AL (16) yang masih duduk di kelas 2 SMK, RI (14) kelas 1 SMP, YI (11) kelas 5 SD, MNQ (9) kelas 4 SD, dan AP(8) kelas 2 SD.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lamteng Eko Yuwono menyatakan menerima penyerahan lima anak dari warga, Kamis (29/3) malam. “Kita mendapatkan penyerahan lima anak dari warga Kampung Poncowati. Kelima anak ini kabur karena sering dianiaya bapaknya, S (54),” katanya, minggu (31/3).

Menurut keterangan lima anak ini, kata Eko, sang ayah ringan tangan dan suka marah-marah. “Sering dimarahi dan dipukul ayahnya. Bahkan sempat diancam pakai pedang ketika marah,” ujarnya.(sya/wdi)

Komentar

Rekomendasi