oleh

Pasar Sukaraja Gedongtataan Pilot Project E-Retribusi

radarlampung.co.id – Pasar Sukaraja, Kecamatan Gedongtataan akan dijadikan pilot project dalam penerapan e-retribusi dan teknologi barcode QR transaksi jual beli antara konsumen dengan toko. Program ini akan di-launching awal Mei mendatang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pesawaran Sam Herman mengatakan, program tersebut merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerja sama (PKS) antara Pemkab dengan BRI.

”Kita sudah sepakati pembayaran retribusi pelayanan pasar dan lainnya menggunakan e-retribusi melalui kartu Brizzi. Pasar Sukaraja akan dijadikan pilot project. Awal Mei Insha Allah sudah launching,” kata Sam Herman kepada Radarlampung.co.id, Kamis (4/4).

Sementara Kepala Bagian E-Banking dan Card Kantor BRI Wilayah  Lampung Nurning Widayati mengatakan, selain di Pasar Sukaraja, program scan code QR (Quick Response) BRI juga sedang diterapkan di Pasar Bambu Kuning, Bandarlampung.

“Kita kan, ada pilot project di Pasar Bambu Kuning. Kita akan masukkan sistem QR untuk pembelian barang ke toko. Jadi setiap konsumen yang melakukan pembelian barang sudah dapat menggunakan teknologi barcode QR,” jelas Nurning.

Menurut dia, beberapa waktu lalu BRI bekerja  sama dengan kuliner melakukan even selama tujuh hari close payment dengan QR BRI. Dalam program ini, BRI mendapatkan 3.000 user baru dan transaksi dengan sistem QR BRI tembus Rp500 juta.

”Memang segmennya kaum millenial untuk program QR ini. Karena harus donwload melalui aplikasi smartphone. Nah, sekarang kita lagi proses e-retribusi dan concern kartu untuk link  QR BRI. Nanti kita siapkan empat unit alat di pasar Sukaraja,” paparnya.

Pada bagian lain, Kepala Cabang BRI Pringsewu Indra Budi Samiadji menambahkan, pihaknya tinggal memgimplementasikan produk layanan BRI tersebut. E-retribusi merupakan pintu masuk untuk menindaklanjuti kerja sama dengan Pemkab Pesawaran.

”Bukan hanya e-retribusi dan QR BRI saja. Kita ingin bentuk ekosistem pasar. Didalamnya akan dikembangkan pemberian pinjaman untuk pengembangan usaha dan layanan jasa lainnya,” sebut Indra. (ozi/ais)



Komentar

Rekomendasi