oleh

Leukemia Pengantin Remaja

Nadhif itu keluarga dokter. Bapaknya dokter ahli tumor dan kanker kandungan: DR. dr Brahmana Askandar. Juga ketua IDI Surabaya. Pun kakeknya juga dokter terkemuka: Prof. DR. Askandar. Ahli diabetes paling senior di Surabaya. Boleh dikata semua orang Surabaya tahu siapa Prof Askandar dan siapa dr Brahmana. Apalagi dr Brahmana kemudian menikah dengan putrinya Imam Utomo. Yang saat itu gubernur Jatim.
Sebagai anak dokter ahli kanker Nadhif tahu apa yang harus dijalani segera: kemoterapi dulu. Sebanyak tiga seri. Tiap serinya 7 hari.
Pada hari ke tujuh itu Nadhif merasa mual. Tapi tidak sampai muntah.
Bulan berikutnya akan dilakukan kemoterapi lagi. Seri ke dua. Juga tujuh hari. Menjelang kemo seri kedua itulah keluarga memutuskan: mengawinkan Nadhif dan Vania.
“Agar saya bisa menunggu mas Nadhif di Singapura,” ujar Vania.
Perkawinan itu dilakukan di rumah sakit. Di ruang perawatan. Di sebelah tempat tidur. Dengan selang infus masih menancap di lengan.
Perkawinan remaja itu terjadi tanggal 18 November 2018. Yang hadir hanya keluarga terdekat. Dan penghulu: ustadz Abu Aslam. Dari Surabaya. Pak Imam Utomo, ikut hadir. Nadhif adalah cucunya.
Orang tua Vania juga hadir. Yang bekerja di MayBank cabang Surabaya itu.
Sejak itu Vania tinggal di RS tersebut. Resmi sebagai istri. Pengantin remaja. Mualnya Nadhif juga tidak berkelanjutan. Cukup kuat.
Kemo seri kedua pun dilakukan. Tidak lagi mual. Kuat. Maka bulan ketiga dilakukan kemo lagi. Juga tidak lagi mual. Hanya badannya terus turun. Dari awalnya 68 kg tinggal 60 kg. Tapi kondisinya sehat.


Komentar

Rekomendasi