oleh

Leukemia Pengantin Remaja

Saat proses kemo itu dilakukan dicari pula siapa yang darahnya cocok. Untuk didonorkan ke Nadhif kelak.
Yang diperiksa pertama adalah adik perempuan Nadhif: Alisha Princessa Brahmana. Yang masih SMA. Hebat. Langsung diketahui cocok. Princessa sendiri dengan senang hati mendonorkannya ke sang kakak.
Beres. Tinggal tunggu hasil proses kemo tahap tiga.
Kalau kadar kanker di darah Nadhif sudah di bawah 5 transplantasi bisa dilakukan.
Ternyata proses kemo Nadhif berhasil. Di akhir kemo seri tiga itu diketahui kadar kanker Nadhif tinggal 2. Maka transplantasi sumsum sudah bisa dilakukan.
Proses transplantasi sumsum ternyata beda sekali. Tidak melalui operasi. Tidak seperti yang saya alami. Saat saya menjalani transplantasi hati.
Proses transplantasi sumsum dimulai dari pengambilan darah pendonor. Dalam hal Nadhif ini, darah sang adik tadi.
Darah Princessa diambil. Lewat lengan. Untuk diproses di laboratorium rumah sakit. Diambil cellnya saja: cell sumsum tulang belakang.
Cell itulah yang akan dimasukkan ke Nadhif. Lewat saluran darah di  leher. Seperti infus. Tidak lama. Hanya 30 menit. Jumlah cell yang dimasukkan itu sekitar 300 cc. Tentu isinya bukan cell semua. Sudah dicampur bahan pengantar.
Proses itu menjadi mirip sekali dengan stemcell. Yang saya jalani tiap enam bulan. Untuk meregenerasi cell-cell saya.
Karena itu, menurut dokter Brahmana, transplantasi sumsum ini juga disebut stemcell transplan.
Nadhif sudah menjalani itu 14 Februari lalu. Cell itu masuk lewat pembuluh darah besar di leher. Cell sumsum yang baru itu akan menuju tulang belakang. Mencari jalan sendiri. Mencari rumahnya sendiri. Di tulang belakang cell sumsum yang baru itu akan menggantikan cell sumsum yang lama.
Setelah cell baru menjadi penguasa baru di tulang belakang maka terjadilah ini: darah yang di produksi oleh sumsum itu berupa darah baru. Yang tidak lagi mengandung kanker.
Dengan demikian leukemia ini disembuhkan dengan cara “mengganti pabrik darah” yang ada di tulang belakang.


Komentar

Rekomendasi