Lampung Raya Ada Korban DBD Meninggal, Diskes Membantah

Ada Korban DBD Meninggal, Diskes Membantah

ILUSTRASI/FOTO NET

radarlampung.co.id – Satu korban demam berdarah dengue (DBD) di Lampung Selatan meninggal dunia. Ia adalah Akila (9), warga Desa Sidoasih, Kecamatan Ketapang. Sebelumnya, bocah itu sempat menjalani perawatan sekitar sepekan lalu.

Akila dinyatakan positif DBD setelah mendapat perawatan di klinik di Desa Pematangpasir. Lalu, ia dirujuk ke RSUD Bob Bazar Kalianda untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Namun nyawanya tidak bisa diselamatkan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Lampung Selatan Kristi Endarwanti membantah jika ada korban meninggal dunia akibat DBD. Ia menyatakan, Akila belum bisa dipastikan meninggal karena penyakit yang masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut.

Baca :   Modal Menang Pemilu, Beranikan Maju Pilkada

”Klinik itu, apakah lengkap alat uji laboratoriumnya. Kita belum bisa mengklaim ke arah situ. Harus berdasar bukti dah hasil uji lab. Bisa saja salah diagnosa. Karena, dari laporan UPT Puskesmas Ketapang, juga tidak ada warga yang meninggal karena DBD,” kata Kristi dihubungi melalui ponselnya, Senin (15/4).

Dia menambahkan, pihaknya terus melakukan pemantauan DBD melalui masing-masing UPT puskesmas. Sejak awal 2019, tercatat 191 warga yang terserang DBD dan tidak ada yang meninggal dunia.

Baca :   Pulang Haji, Nanang Menangis Saat Diarak

“Kita juga selalu memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar selalu melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Kami juga telah menerapkan program 1R1J (1 rumah 1 jumantik) untuk pemberantasan nyamuk DBD ini,” tegasnya.

Sementara, salah seorang dokter klinik di Desa Pematangpasir, Kecamatan Ketapang menyatakan Akila positif terserang DBD. Bahkan, berdasarkan data pasien di kliniknya, selama dua bulan terakhir terdapat tujuh pasien menderita penyakit itu. (idh/ais)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini