Lampung Raya Kejari Lampura Bidik Tersangka Kasus DOP, BOK, JKN

Kejari Lampura Bidik Tersangka Kasus DOP, BOK, JKN

radarlampung.co.id – Kasus raibnya Dana Operasional Puskesmas (DOP), Biaya Operasional Kesehatan (BOK) serta penyelewengan dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara (Lampura) bakal memasuki babak baru. 

Pasalnya, kasus yang menyedot  perhatian publik ini tak lama lagi akan meningkat naik tahap penyidikan. Artinya, Kejari Lampura akan menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lampura Yuliana Sagala melalui Kepala Seksie Pidana Khusus (Kasie Pidsus) Van Barata menyatakan, penyelidikan secara maraton terus berlanjut. Meski tidak mengatakan  waktunya, dia memastikan kasus ini berpeluang besar untuk ditingkatkan ke tahap penyiikan. 

”Masih dalam proses pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket). Sudah 20 Kepala Puskesmas beserta Bendaharanya telah diperiksa tim jaksa. Tinggal tujuh Puskesmas lagi yang belum. Secepatnya, sisanya itu akan kita minta keterangannya,” kata Van Barata, Senin (15/4).

Menurutnya, setelah semua puskesmas de-Lampura dimintai keterangan, selanjutnya akan dipelajari secara detail dengan tetap berlandaskan profesionalitas dan praduga tak bersalah. Namun ditegaskannya peluang untuk meningkatkan status dari penyelidikan  ke penyidikan kemungkinan akan ditetapkan paska semua pemeriksaan dirampungkan.

”Ya kita lihat saja nanti. Pokoknya hasil perkembangannya akan kita beritahu ke teman-teman media. Yang jelas, kasus ini akan kita ungkap siapa yang bermain,” kata dia.

Dia mengatakan, pemeriksaan terakhir dilakukan kepad 5 Kepala Puskesmas beserta Bendaharanya dpada pekan lalu, Kamis (11/4) di aula Dinas Kesehatan setempat. Adapun Puskesmas yang dipriksa antara lain: Puskesmas Tulangbawang Baru, Karangsari, Mulyorejo, Abung Pekurun dan Fuskesmas Abung Kunang.

Sekedar diketahui, tahun 2018 dana DOP selama enam bulan tidak cair, BOK selama tiga bulan serta dugaan penyelewengan dana JKN di masing-masing Puskesmas. Besaran dana dari ketiga item tersebut berbeda-beda di setiap Puskesmas. Dugaan adanya penyelewengan itu, terkuak saat sejumlah Puskesmas di Lampura membeberkan kepada media dana tersebut tidak tersalur. (ozy/kyd)

Baca :   Jaksa Sahabat Guru, Kenalkan Hukum ke Kepsek

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini