Ia mengaku, awalnya penetapan pilot project Pekon Sadar Kerukunan sebagai hal yang berat. Namun saat melihat variabel yang menjadi penilaian, ternyata hal itu sudah dilakukan dan dijalankan. “Saya ini (pemeluk) agama minoritas. Tapi karena penduduk saya mayoritas muslim, maka yang mayoritas itu menjadi prioritas,” tegasnya.

Dilanjutkan, toleransi di Pekon Tanjunganom sudah terjalin sejak lama. Sejak berdiri, tidak pernah ada konflik agama di pekon itu. “Kalau ada acara umat Islam, maka umat agama lain seperti Hindu dan Kristen ikut membantu. Kalau hari raya juga demikian, saling berkunjung,” sebut dia.

Baca :   Urine Positif Narkoba, Pj. Kapekon di Kecamatan BNS Dibawa Polisi

Lebih jauh Sumardi mengungkapkan, selain hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, kegiatan 1 Muharam juga tidak kalah ramainya. Pemerintah pekon menggelar doa bersama dan dilanjutkan pengajian akbar. “Lalu malam harinya dilaksanakan pawai obor. Di sini, masyarakat agama Hindu dan Kristen ikut meramaikan pawai,” paparnya. (ehl/ral/ais)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini