oleh

H-1 Pencoblosan, Warga Ramai-ramai Buat E-KTP

H-1 Pencoblosan, Warga Ramai-ramai Buat E-KTP

 

radarlampung.co.id – Masyarakat memadati kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tanggamus, Selasa (16/4). Kondisi ini terjadi sejak beberapa hari terakhir. Sebagian besar mengajukan permohonan pembuatan KTP elektronik (e-KTP).

Kepala Disdukcapil Tanggamus Syarif Husin mengatakan, tingginya permohonan pembuatan e-KTP ini kemungkinan dipengaruhi pelaksanaan pemilihan presiden dan pemilu legislatif.

”Ini ramainya dari kemarin Senin (15/4). Total kemarin, kita cetak 471 keping e-KTP yang berkasnya masuk pada hari itu juga,” kata Syarif, Selasa (16/4).

Menurut dia, cepat atau lambatnya e-KTP tergantung dari jaringan internet dan banyaknya berkas yang masuk. “Normalnya paling cepat 15 menit dengan syarat tidak terjadi gangguan. Kalau berkas yang masuk banyak, paling lambat satu jam. Karena kan, kita baginya kolektif dan data harus benar-benar dicocokan,” ujarnya.

Diakui Syarif, pihaknya memprioritaskan warga yang datang untuk mendapatkan e-KTP hari itu. “Kita akan usahakan betul dapat e-KTP. Kalaupun blangko habis, terpaksa pakai surat keterangan (Suket). Tapi Insha Allah hari ini blangko cukup,” tegasnya.

Pelaksanaan pemilu, terus Syarif, memberikan

hal yang positif. Tidak hanya kesadaran warga yang datang sendiri. Tapi ada juga calon anggota legislatif (caleg) yang memfasilitasi kerabat maupun tetangganya untuk mendapatkan e-KTP.

“Ya, ada caleg ke sini bawa sejumlah orang untuk mengurus e-KTP. Saya rasa ini positif. Artinya, yang tadinya masyarakat malas mau pergi karena ongkos ini, sekarang difasilitasi sehingga mau urus e-KTP,” paparnya.

Lebih lanjut Syarif mengatakan, Rabu (17/4), pihaknya masih membuka pelayanan perekaman dan cetak e-KTP. “Kita besok buka sampai pukul 12.00 WIB. Mungkin ada masyarakat yang butuh e-KTP sebagai syarat mencoblos. Jadi harus kita layani,” ucapnya.

Pada bagian lain, Hilman (23), warga Pekon Betung, Kecamatan Pematangsawa mengaku mengurus e-KTP karena ingin melamar pekerjaan usai lulus kuliah dan keperluan mencoblos. “Selesai lulus SMA saya ke Jawa untuk kuliah. Saat ada program e-KTP, saya belum sempat rekam. Baru ini setelah kuliah selesai, bisa balik untuk rekam e-KTP. Buat melamar pekerjaan dan sebagai syarat mencoblos,” kata Hilman..

Sementara Aji Rudiansyah (17), warga Way Kamal dan Adam Tridio (17), pelajar SMA Muhammadiyah Kotaagung yang tinggal Kelurahan Kuripan, Kotaagung mengaku sengaja membuat e-KTP karena ingin berpartisipasi dalam Pemilu 2019.

“Kemarin saat Disdukcapil sosialisasi dan lakukan perekaman, usia saya belum 17 tahun. Jadi karena sekarang sudah genap 17 tahun, saya bersama teman datang membuat e-KTP. Tujuannya untuk mencoblos dan buat SIM C,” kata Aji. (ral/ehl/ais)

 

 

Warga antre membuat KTP elektronik (e-KTP) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tanggamus. FOTO RIO ALDIPO/RADARLAMPUNG.CO.ID

 

 

Komentar

Rekomendasi