Lampung Raya Ibu Bupati, Warga Minta Pelatihan Buat Suvenir

Ibu Bupati, Warga Minta Pelatihan Buat Suvenir

Bupati Tanggamus Dewi Handajani menyampaikan Ranperda RPJMD 2018-2023 dalam rapat paripurna, Selasa (26/3). FOTO DOKUMEN DPRD TANGGAMUS
Bupati Tanggamus Dewi Handajani menyampaikan Ranperda RPJMD 2018-2023 dalam rapat paripurna, Selasa (26/3). FOTO DOKUMEN DPRD TANGGAMUS

radarlampung.co.id-Masyarakat yang berada di sekitar lokasi objek wisata berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus dapat memberikan pelatihan dalam pembuatan souvenir. Ini bertujuan selain untuk meningkatkan ekonomi kreatif , juga menunjang perekonomian masyarakat.

“Melalui pelatihan pembuatan souvenir ekonomi kreatif nantinya bisa menunjang ekonomi masyarakat,”kata Defri warga sekitar objek Wisata Muara Indah Kotaagung Rabu (17/4).

Menurut Defri, pelatihan yang dimaksud bisa berupa keterampilan yang didasarkan kearifan lokal, budaya dan tradisi masyarakat sekitar.
Kerajinan dari kain dan beberapa kerajinan lain yang bahan dasarnya mudah didapat diharapkan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, dan semua itu butuh bimbingan atau arahan dari tim khusus.

Baca :   Dewan Himbau Dinas Adakan Pelatihan untuk BUMDes di Tanggamus

“Yang jelas kalau kami mendapatkan pelatihan maka bisa mengembangkan karya sendiri dengan memasarkan hasil karya tersebut sebagai produk unggulan dan souvenir
khas dari Tanggamus,” tuturnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, sejauh ini pihaknya masih minim akan pengetahuan tentang pembuatan souvenir. Padahal maskot Tanggamus adalah lumba-lumba yang gambarnya bisa dijual ke para pengunjung.”Asal kami dapat pelatihan, maka bisa kami kembangkan sendiri,”ujarnya.

Baca :   Jaksa Agung Tinjau Operasi Katarak di RS Panti Secanti

Sebelumnya masyarakat dan para pengelola wisata dituntut untuk dapat menciptakan kreativitas dan inovasi dalam pembuatan souvenir bagi wisatawan.

Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani mengatakan, souvenir bisa menjadi ajang promosi yang kuat kepada masyarakat umum dan calon wisatawan. Produk souvenir disesuaikan dengan keunggulan daerah wisata masing-masing. Misalnya lumba-lumba, gambar laut dan gunung.

“Membuat souvenir wisata ibarat mengasah kreativitas dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan,” katanya. (ehl/zep/rnn/wdi)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini