Berita Utama Pegawai PT Subanus Grup Beber Kronologi OTT KPK Terhadap Sibron Azis dan...

Pegawai PT Subanus Grup Beber Kronologi OTT KPK Terhadap Sibron Azis dan Kardinal

Terdakwa perkara suap pembangunan proyek infrastruktur Kabupaten Mesuji Sibron Aziz dan Kardinal saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang, Kamis (18/4). FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sidang suap fee proyek infrastruktur di Dinas PUPR Mesuji atas dua terdakwa Sibron Azis dan Kardinal beragendakan keterangan saksi kembali digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Kelas IA Bandarlampung, Kamis (18/4).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan tiga saksi, yaitu Nurmala sebagai karyawan di PT Subanus Grup bagian administrasi, Dina Veramita Sagita sebagai honor di staf administrasi keuangan BPKAD Mesuji, dan Mitra Ambarukman sebagai di Dinas PUPR Mesuji.

JPU KPK Subari Kurniawan menanyakan kepada Nurmala sejak kapan ia bekerja menjadi administrasi di perusahaan (PT Subanus Grup, red) yang dimiliki terdakwa Sibron. “Apalah anda ini sudah lama menjadi karyawan di perusahaan terdakwa?,” tanya Subari.

Mendengar itu, Nurmala pun menjawab dan menjelaskan bahwa ia bekerja sebagai karyawan di PT Subanus Grup pada tahun 2013. “Saya ini bekerja di bagian kasir dan mengurusi administrasi, baik pemasukan dan pengeluaran di seluruh perusahaan yang dinaungi PT Subanus Grup,” jelasnya.

Subari pun bertanya lagi ke Nurmala, apabila ia sebagai kasir di perusahaan milik terdakwa Sibrom Azis maka otomatis Nurmala mengetahui perihal pengeluaran perusahaan dan pemasukan. “Nah anda tahu pengeluaran dan pemasukan perusahaan ini dari mana saja,” tanya Subari lagi.

Lalu, Nurmala menjawab ia tahu terkait pemasukan dan pengeluaran perusahaan. “Iya benar pak. Termasuk ada pemasukan uang dari hasil pekerjaan proyek-proyek dari beberapa dinas. Termasuk dinas di Kabupaten Mesuji,” bebernya.

Dan Subari pun menanyakan lagi ke Nurmala apabil ia tahu kaitannya dengan perkara OTT ini kepada dirinya. “Tahu tidak anda jadi saksi ini kenapa dengan perkara ini,” kata Subari.

“Sepengetahuan saya terkait OTT pelaksanaan pekerjaan,” timpal Nurmala.

Lalu Subari menjelaskan kepada Nurmala apalah benar pada Januari 2018 ada permintaan uang dari Silvan. “Benarkah ada permintaan uang dari Silvan?” kata Subari.

Mendengar hal itu, Nurmala mengiyakan pertanyaan dari Subari itu dan menjelaskan bahwa permintaan itu terjadi pada 22 Januari 2018. “Saat itu Silvan bertemu dengan saya dan bilang tolong cairkan cek dari Bank BJB sebesar Rp1,4 miliar dan pengeluaran cek itu telah disetujui oleh Sibron Azis,” jelas Nurmala.

Setelah mendengar itu, ia pun menyuruh Kardinal untuk mencairkan uang tersebut ke Bank BJB. “Tidak beberapa lama uang itu pun cair dan dibawa lagi ke kantor. Namun waktu itu sore hari jadi saya simpan dulu di brangkas lemari yang berada di ruangan Pak Sibron Azis,” katanya.

Dan, keesokan harinya, lanjut Nurmala, uang itu ia berikan ke Silvan sebesar Rp1,3 miliar dan sisanya untuk bayar angsuran mobil. “Waktu itu uangnya keterangannya untuk dipergunakan membeli dan membayar material,” beber Nurmala.

Lalu pada sore harinya ia pun kaget di Kantor PT Subanus Grup tiba-tiba datang para penyidik KPK melakukan penggeledahan di ruangan milik terdakwa Sibron Azis.

“Waktu itu saat sore ada staf KPK datang ke kantor dan mereka bilang ke saya kalau ada OTT KPK, saya juga enggak tahu uang itu untuk apa. Penyidik KPK bilang kepada saya itu uang untuk suap fee proyek,” pungkasnya. (ang/sur)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini