Bandarlampung Finalis Duta Teknokrat 2019 Belajar Jurnalistik di Radar Lampung

Finalis Duta Teknokrat 2019 Belajar Jurnalistik di Radar Lampung

Pembina UKM Teknokrat Masnia Rahayu memberikan cinderamata ke Asisten Redaktur Radar Lampung Agung Budiarto, Sabtu (20/4). FOTO RIZKY PANCHANOV/RADARLAMPUNG.CO.ID
Pembina UKM Teknokrat Masnia Rahayu memberikan cinderamata ke Asisten Redaktur Radar Lampung Agung Budiarto, Sabtu (20/4). FOTO RIZKY PANCHANOV/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Sebanyak 36 finalis Duta Teknokrat 2019 mengunjungi Graha Pena Lampung—markas Radar Lampung untuk studi jurnalistik, Sabtu (20/4). Rombongan yang didampingi pembina UKM Duta Teknokrat Masnia Rahayu, diterima oleh Asisten Redaktur Radar Lampung Agung Budiarto.

Para calon duta Teknokrat ini nampak antusias. Mereka bertanya seputar dunia jurnalistik dan media massa. Seperti Anissa Septiawati. Mahasiswi jurusan Teknik Informatika ini bertanya bagaimana caranya menjadi seorang wartawan atau presenter televisi.

Menurut dia, jadi seorang wartawan merupakan profesi yang mulia. “Karena mempersembahkan karya tulis dan itu berguna untuk masyarakat,” kata Anissa. Para finalis juga diberikan kesempatan untuk melihat dapur redaksi Radar Lampung dan studio Radar Lampung TV.

Sementara Masnia menjelaskan, para finalis ini merupakan mahasiswa dan mahasiswa yang terpilih untuk bersaing mewakili Universitas Teknokrat. Sebelumnya, ada 200 mahasiswa yang mendaftar.

Mereka kemudian diseleksi lagi dengan menggunakan metode wawancara dan penilaian fisik, seperti tinggi badan dan sebagainya, hingga menyisihkan 100 orang.

“Pada semifinal, ada 60 orang. Kemudian kita adakan talent show dan tersisa 36 finalis yang terdiri dari 18 pasang,” jelasnya.

Masnia mengatakan, belajar jurnalistik menjadi bagian dari karantia finalis untuk menuju rangkaian grandfinal pada 30 April mendatang. “Sebelumnya kita kasih mereka (finalis, Red) materi seperti public speaking, beauty class, dan kunjungan ke Radar Lampung ini juga bagian dari karantina. Mereka kita ajak langsung untuk turun ke lapangan,” urainya.

Dilanjutkan, untuk menjadi duta Teknokrat bukan hanya memiliki penampilan fisik yang baik. Namun juga kecerdasan dan budi pekerti. ”Mereka harus punya brain, beauty, and behaviour, dan talent. Karena mereka representasi Universitas Teknokrat,” tegasnya. (nca/ais)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini