Personel Polsek Bengkunat berjuang keras dalam pengamanan logistik pemilu yang diambil dari daerah terisolir untuk dibawa ke kantor kecamatan. Ada empat wilayah dengan medan yang berat. Yakni Pekon Bandardalam, Wayharu, Waytiyas dan Siringgading. FOTO HUMAS POLRES LAMPUNG BARAT  
Personel Polsek Bengkunat berjuang keras dalam pengamanan logistik pemilu yang diambil dari daerah terisolir untuk dibawa ke kantor kecamatan. Ada empat wilayah dengan medan yang berat. Yakni Pekon Bandardalam, Wayharu, Waytiyas dan Siringgading. FOTO HUMAS POLRES LAMPUNG BARAT  

radarlampung.co.id – Benar-benar pengabdian tanpa kenal lelah. Personel Polsek Bengkunat harus berjuang keras dalam pengamanan logistik pemilu yang diambil dari daerah terisolir untuk dibawa ke kantor kecamatan. Ada empat wilayah dengan medan yang berat. Yakni Pekon Bandardalam, Wayharu, Waytiyas dan Siringgading

Selain mandi lumpur dan berhadapan dengan arus laut, personel pengamanan juga harus berjalan kaki selama enam jam. Jarak tersebut dari wilayah terisolir hinga sampai kantor Kecamatan Bengkunat, Jumat malam (19/4).

Pengamanan dan pengawalan dipimpin langsung Kapolsek Bengkunat Iptu Ono Karyono bersama 11 anggotanya. Mereka mengawal pergeseran kotak dan surat suara dari PPS Pekon Wayharu sebanyak 35 kotak, Pekon Way Tiyas (20 kotak suara), Siringgading (15 kotak suara), dan Pekon Bandardalam sebanyak 25 kotak suara.

Baca :   Empat Surfer Junior Pesbar Ikut Even Internasional

Ono Karyono mengatakan, mobilisasi 95 kotak suara tersebut menggunakan 15 gerobak sapi. ”Seluruh kotak suara tiba di Pemangku Sumbersari, Pekon Sumberrejo, Kecamatan Bengkunat sekitar pukul 23.00 WIB,” kata Ono mewakili Kapolres Lampung Barat AKBP Doni Wahyudi, Sabtu (20/4). Seluruh kotak suara langsung dipindahkan dari gerobak sapi ke truk dan menuju PPK.

Baca :   Dikukuhkan, Ini Pesan Bupati untuk Paskibra Pesbar

Ono menuturkan, hujan turun selama perjalanan. Ini menyebabkan medan yang dilalui semakin berat. ”Saya bersama anggota harus berkubang lumpur untuk mendorong gerobak dan melalui pinggir pantai. Saat itu laut sedang pasang. Kondisi gelap dan hanya mengandalkan penerangan senter,” sebut dia.

Dilanjutkan, kondisi tersebut menghambat proses pengangkutan kotak suara dan petugas sering mengalami kesulitan. ”Beruntung, berkat kegigihan anggota, semua kotak suara berhasil tiba hingga ke lokasi penjemputan dan kondusif,” tegasnya. (yan/ais)

 

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini