Bandarlampung Dang Ike akan Terbitkan Buku Berjudul ‘Revolusi Mental Ala Si Jenderal’

Dang Ike akan Terbitkan Buku Berjudul ‘Revolusi Mental Ala Si Jenderal’

Sahlisospol Kapolri yanh juga mantan Kapolda Lampung Irjen Pol Ike Edwin berkunjung ke Graha Pena Radar Lampung sambil ditemani oleh Pimpinan Redaksi Radar Lampung Online Widisandika, Minggu (21/4). FOTO M.TEGAR MUJAHID/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Mantan Kapolda Lampung yang juga saat ini menjabat sebagai Sahlisospol Kapolri Irjen Pol Ike Edwin berencana akan menertbitkan sebuah buku yang berjudul ‘Revolusi Mental Ala Si Jenderal’. Hal itu ia utarakan setelah berkunjung ke Graha Pena Radar Lampung, Minggu (21/4).

Dang Ike sapaan-akrabnya menjelaskan, buku itu segera akan ia terbitkan beberapa bulan ke depan. Sebelum dirinya menginjak masa pensiun sekitar satu tahun lagi. “Didalam buku itu nanti akan saya curahkan semua pengalaman selama menjadi seorang polisi dan terutama sebagai mantan Kapolda Lampung,” ujarnya.

Menurut lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1985 ini, isi dari buku itu menceritakan pengalaman ia menjadi Kapolda selama 11 bulan menjabat yang dimana banyak prestasi-prestasi yang telah diukir dirinya selama memimpin di tanah Sai Bumi Ruwa Jurai ini.

“Selama saya menjabat alhamdulillah banyak prestasi yang saya ukir. Yang juga menjadikan Provinsi Lampung aman dan juga tidak pernah terjadinya konflik,” bebernya.

Selain bercerita terkait pengalamannya sebagai mantan Kapolda Lampung, Dang Ike juga membahas terkait keprihatinannya masih banyaknya praktek-praktek korupsi di Indonesia ini.

“Lalu salah satu alasan saya menulis buku ini yaitu hati saya sangat tergugah kenapa di negara (Indonesia) yang kita cintai ini masih banyak praktek-praktek korupsi yang tidak selesai dan hampir merambah ke semua tingkatan,” terangnya.

Dan menurutnya, saat ini penulisan buku ini sudah mencapai 50 persen apabila tidak ada halangan sebelum dilakukan launching ia akan melakukan diskusi terlebih dahulu di Lamban Gedung Kuning.

“Kenapa nanti akan kita lakukan diskusi di Lamban Gedung Kuning karena itu (Lamban Gedung Kuning) merupakan saya anggap rumah budaya. Biar buku ini kesannya berangkat dari rumah budaya yang merupakan rumah yang bermartabat, dari rumah yang sopan santun berkarakter dan supaya nanti hasilnya jadi bagus. Tiga bulan lagi launching tetapi diskusinya paling nanti habis lebaran dan satu bulan kedepan akan jadi dan kita launching dan nanti juga tidak lupa kita akan meminta pendapatnya tukang becak,” pungkasnya. (ang/sur)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini