Info Kampus GSIS Menuju Pendidikan Islami

GSIS Menuju Pendidikan Islami

23
Ketua Taraka Surya Dr. H. Andi Surya memberikan pemaparan. FOTO RURI/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Global Surya Islamic School (GSIS) akan menuju penguatan kurikulum islam terpadu berwawasan islami. Dari sebelumnya nasional plus yang berwawasan internasional.

Ketua Yayasan Pendidikan Taraka Surya Dr. H. Andi Surya menjelaskan, pertemuan Sarasehan Global Surya Islamic School yang bertemakan Mewujudkan Pendidikan yang Islami, Berkarakter Menghadapi Tantangan Abad 21 tersebut dimaksudkan untuk perubahan menuju konsep Islam Terpadu yang didasari oleh Al-quran dan As-Sunah.

“Pertemuan ini menjelaskan bahwa kita akan menuju nasional plus school with islamic. Di mana, kita akan didasari ajaran al-quran dan as-sunah. Jadi, bagaimana anak-anak kita memilik akhlak yang mulia dalam menghadapi tantangan di abad 21. Itu garansi yang akan kita berikan, juga ditambah dengan tenaga pendidik profesional,” ujar Andi dalam sambutannya di Ruang Pertemuan Sekolah Global Surya Surya, Sabtu (20/4).

Sementara, materi yang disampaikan salah satu dari tim penjaminan mutu Global Surya Islamic School (GSIS) Banjir Sihite menjelaskan, standar mutu atau standar kelulusan pada GSIS di jenjang SD di antaranya terampil baca Al-quran, memiliki hafalan minimal satu jus, dapat melakukan salat, serta sopan santun.

“Sedangkan di jenjang SMA kita harapkan, siswa mampu memahami makna-makna ayat pendek Al-quran, hafalan Al-quran minimal empat jus, memahami dan memiliki hafalan hadis-hadis arbain, dan terampil bahasa asing seperti bahasa Inggris, dan Arab,” terang Banjir.

Sedangkan tim penunjukan mutu GSIS Imam Santoso yang juga hadir sebagai pemateri menuturkan, implementasi kompenen penting yang akan dilakukan di GSIS di antaranya karakter, kompetensi, dan literasi. Di mana, literasi ada empat macam, yakni literasi baca, budaya, teknologo, dan keuangan.

“Literasi baca. Membaca dengan kaitannya dengan Islami, misalkan ayat al quran. Anak-anak tidak hanya membaca, lalu menghafal. Tetapi, di dalam karakter tersebut diharapkan implemntasi dari apa yang dia baca. Tidak hanya sekedar membaca, tahu, tetapi bisa mengimplementasikan dalam kehidupan di rumah atau di sekolah. Untuk bisa mewujudkan itu, dilakukan dengan berulang-ulang, atau pembiasaan,” pungkasnya. (rur/sur) 


Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini