Berita Utama Pengojek Curhat Anaknya di Rutan Ngaku Dipukuli, Karutan Wayhuwi : Tak Ada...

Pengojek Curhat Anaknya di Rutan Ngaku Dipukuli, Karutan Wayhuwi : Tak Ada Bekas Pukulan

ILUSTRASI INTERNET

radarlampung.co.id-Dugaan tindak kekerasan mengemuka di Rutan Wayhuwi Bandarlampung. Taufik (48) warga Sukajawa, Lebak Budi, Tanjung Karang Barat (TKB) mengaku putranya B (21) kerap mengalami kekerasan fisik di dalam sel tahanan. Hal itu disampaikan Taufik kepada para jurnalis di Polresta Bandarlampung, Senin (22/4).

Pria yang berprofesi sebagai pengojek ini mengatakan, puteranya mengaku dipukuli oleh sesama tahanan. Alasannya lantaran B punya utang.

“Anak saya sudah vonis 5 tahun penjara, kasus Narkoba di Rutan Way Huwi. Dia ngadu sama saya kalau dia sering digebukin sama penghuni satu kamarnya (sel,red), karena punya hutang di dalam sana saya kurang paham sisa totalnya Rp11 juta,” curhat Taufik.

Karenanya B meminta uang kepada dirinya. Tetapi Taufik tak bisa menyanggupi permintaan sang anak. Terlebih, kata Taufik, menurut pengakuan sang anak kerap dimintai uang sewa setiap bulan dan setiap minggu.

Karena bingung, Taufik pun mendatangi ruang jurnalis Polresta Bandarlampung.

“Saya bingung, mau laporan polisi nggak bisa sedangkan anak saya ngeluh kalau ketemu suka disabet pakai selang, ditampar pakai sandal, sampai dia pernah bilang mau bunuh diri saja kalau dipukulin terus gini. Belum lagi disuruh bayar kamar sebulan Rp500 ribu terus Rp50 ribu perminggunya,” ujarnya.

Tidak sampai disitu, Taufik berharap agar pemerintah bisa membantu sang anak meski hanya dipindahkan sel saja.

“Sedih dengarnya, mau pasrah saja gimana anak saya. Harapan saya mudah-mudahan anak saya bisa dimutasi atau dipindahin ke lapas lain,” tukasnya.

Terpisah Kepala Rutan Way Huwi Rony Kurnia membantah jika ada penindasan sesama tahanan di dalam sel.

“Tidak ada mbak. Saya sendiri yang tanya anak nya dia tidak ada bekas pukulan. Tapi kita akan periksa lebih lanjut jangan-jangan modus mereka karena sempat ada yang seperti itu,” katanya, via ponsel Senin (22/4).

Dirinya juga menyangkal ada pungutan di rutan tersebut. “Itu juga tidak ada, dan juga di larang kalau terbukti saya sendiri yang akan bertindak,” ujarnya.

Terkait kekhawatiran orang tua B, Rony bahkan menyarankan agar mereka langsung melihat keadaan B.

“Kepada orang tuanya disilahkan langsung melihat anaknya, tidak ada bekas apapun atau bahkan mbak yang dari media juga silahkan langsung datang kemari,” tandasnya.(mel/wdi)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini