Lampung Raya Terapkan Program Bina Keluarga TKI di Pesawaran

Terapkan Program Bina Keluarga TKI di Pesawaran

Upacara bulanan sekaligus peringatan Hari Kartini yang dilaksanakan Pemkab Pesawaran, Senin (22/4). Seluruh petugas upacara adalah ASN perempuan dari sejumlah OPD. FOTO FAHRURROZI/RADARLAMPUNG.CO.ID
Upacara bulanan sekaligus peringatan Hari Kartini yang dilaksanakan Pemkab Pesawaran, Senin (22/4). Seluruh petugas upacara adalah ASN perempuan dari sejumlah OPD. FOTO FAHRURROZI/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Pemerintah terus berupaya meningkatkan kesetaraan gender dengan memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan serta permasalahan perempuan dan laki-Iaki dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Ini melalui program pengarustamaan gender.

“Selain persamaan gender, Kabupaten Pesawaran melalui Dinas PP dan PA menetapkan kebijakan tentang pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga. Yakni melalui pemberdayaan keluarga dan peningkatan kualitas anak. Salah satunya dengan melaksanakan kegiatan Bina Keluarga Tenaga Kerja Indonesia,” kata Asisten II Sekretariat Kabupaten Pesawaran Munzir Zen saat menjadi inspektur upacara bulanan sekaligus peringatan Hari Kartini, Senin (22/4).

Baca :   Manfaatkan Peda KTNA untuk Bertukar Informasi dan Pengalaman!

Menurut Munzir, kegiatan bina keluarga TKI di Pesawaran sudah dilakukan pada tiga kecamatan. Yaitu Kedondong, Waylima dan Kecamatan Waykhilau.

Melalui kegiatan ini, keluarga TKI dapat memberikan kontribusi terhadap tingkat kesejahteraan. Terutama untuk menumbuhkan kemandirian dan ketahanan keluarga. “Diharapkan keluarga yang ditinggalkan tetap utuh serta memastikan anak-anak keluarga TKI tetap terpenuhi hak-haknya dan dilindungi dari aksi tindak kekerasan,” tegasnya.

Baca :   Diskes Pesawaran Sosialisasi Gerakan Deteksi Dini PTM

Sementara upacara bulanan ini berlangsung dengan suasana berbeda. Seluruh petugas adalah aparatur sipil negara (ASN) dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Kepala Dinas PPPA Pesawaran Binarti Bintang mengatakan, upacara bulanan sekaligus peringatan Hari Kartini tersebut sebagai wujud rasa syukur atas cita-cita dan perjuangan Kartini terhadap emansipasi wanita dalam pembangunan. (ozi/ais)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini