Lampung Raya Alhamdulillah, Ratusan Ha Sawah yang Terendam Masih Bisa Panen

Alhamdulillah, Ratusan Ha Sawah yang Terendam Masih Bisa Panen

BUDI WIRAWAN
BUDI WIRAWAN

radarlampung.co.id – Tidak hanya ribuan rumah. Banjir yang terjadi pada tiga kecamatan di Pesawaran, Sabtu (20/4) menyebabkan ratusan hektare sawah, khususnya di Padangcermin terendam.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Pesawaran Budi Wirawan mengatakan, berdasar data yang diperoleh, sawah yang terendam mencapai 259 hektare. Rata-rata padi yang ditanam sudah berusia 80-90 hari.

”Sawah yang terendam itu, di Desa Padangcermin seluas 53 hektare (Ha), Wayurang 70 Ha, Hanaubrak 55,2 Ha, Paya delapan Ha, Khepongjaya seluas 58,5 Ha dan Desa Banjaran 17 Ha,” kata Budi mewakili Kepala Dinas Pertanian Pesawaran Anca Martha Utama, Selasa (23/4).

Budi menuturkan, sawah terendam sejak Sabtu. Saat ini kondisinya sudah aman. ”Lahan tersebut hanya dilewati (air). Artinya tidak berpotensi puso. Berbeda jika sampaihari ini masih terendam, tanaman akan rusak,” sebut dia.

Baca :   Cegah Stunting di Pesawaran Melalui Program Pokok PKK

Dilanjutkan, berdasar pengamatan dinas bersama petugas lapang dan POPT serta KUPT, padi-padi tersebut masih bisa dipanen. ”Kita bersama petugas di kecamatan sudah memantau. Sampai hari ini, sawah dalam keadaan aman dan dalam 40 hari ke depan sudah dapat dipanen,” paparnya.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesawaran mencatat 1.062 rumah terendam saat banjir yang terjadi, Sabtu (20/4). Rinciannya, 850 rumah di Kecamatan Padangcermin dan 212 unit di Wayratai

“Tim masih mengklasifikasikan rumah yang terdampak banjir dengan katagori berat, sedang maupun ringan. Paling urgent saat ini, kebutuhan logistik dan dapur umum untuk warga yang terdampak banjir,” kata Kepala BPBD Pesawaran Mustari, Senin (22/4)

Baca :   Harkitnas, Anggota Polres Pesawaran Terima Penghargan The Best Police

Kebutuhan logistik yang telah didistribusikan di antaranya mi instan, selimut, matras dan lainnya. Selain bantuan dari Pemkab Pesawaran, pemerintah provinsi juga telah mengirimkan bantuan.

“Untuk dapur umum, ada dua di Padangcermin. Tepatnya di Rawasubur dan Rawatunggal. Satu lagi di Bunut, Kecamatan Wayratai,” urainya.

Mustari mengakui, kondisi geografis Pesawaran masuk katagori rawan bencana. Seperti banjir dan tanah longsor. Karena itu, anggaran yang harus tersedia untuk mengcover penanganan pascabencana setidaknya minimal Rp5 miliar. (ozi/ais)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini