Berita Utama Gila! Istri Habis Melahirkan, Anak Tiri Dicabuli

Gila! Istri Habis Melahirkan, Anak Tiri Dicabuli

Didi (kaos putih), warga Kecamatan Batuketulis, Lampung Barat yang diamankan anggota Polsek Sekincau lantaran diduga mencabuli NS (13), anak tirinya, Selasa (23/4). FOTO EDI PRASETYA/RADARLAMPUNG.CO.ID
Didi (kaos putih), warga Kecamatan Batuketulis, Lampung Barat yang diamankan anggota Polsek Sekincau lantaran diduga mencabuli NS (13), anak tirinya, Selasa (23/4). FOTO EDI PRASETYA/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Perbuatan Didi (25) benar-benar bejat. Lelaki yang tinggal di Kecamatan Batuketulis, Lampung Barat ini tega mencabuli NS (13), anak tirinya. Peristiwa itu berulang hingga tujuh kali.

Kasus ini diketahui ST (45), ibu NS. Ia melaporkan Didi, suami keduanya itu ke Polsek Sekincau. Polisi bergerak dan Didi diamankan, Selasa (23/4).

Kapolsek Sekincau Kompol Suharjono mengatakan, pencabulan tersebut terjadi sejak Maret silam. Bermula ketika Didi melihat anak tirinya sedang tidur. Ia kemudian mengintimi anak baru gede itu.

”Tersangka mencabuli anak tirinya saat sang istri sedang tertidur. Ia juga sering memberikan ancaman fisik kepada korban. Bahkan tidak segan mengancam akan membunuh istrinya (ibu NS, Red) yang saat itu sedang hamil tua,” kata Suharjono mewakili Kapolres Lampung Barat AKBP Doni Wahyudi.

Baca :   Wujudkan Masyarakat Hebat dan Sejahtera Dalam Pitu Program

Bahkan, Didi pernah mencabuli NS saat sang istri sedang dalam perawatan usai melahirkan. Lama-lama, NS tidak tahan dengan perlakuan ayah tirinya. Tindakan kekerasan yang dialaminya dilaporkan ke polisi.

”Awalnya laporan yang kami terima itu adalah kekerasan dalam rumah tangga. Tapi setelah dilakukan pendalaman, ternyata tersangka sudah mencabuli anak tirinya sebanyak tujuh kali,” sebut dia.

Baca :   Rakor, KONI Lambar Diminta Inventarisasi Atlet Berprestasi

Suharjono menambahkan, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Didi bakal dijerat dengan pasal 82 UU Nomor 35/2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

Terpisah, Peratin Batukebayan Murtoyo membenarkan peristiwa tersebut. peristiwa itu membuat geger. Tidak ada yang menyangkap Didi bakal melakukan perbuatan bejat itu. Terlebih NS dikenal sebagai anak yang ramah.

”Kami menyerahkan semua proses hukum kepada pihak yang berwajib. Kita berharap pelaku mendapat hukuman setimpal atas perbuatannya,” tegas Murtoyo. (edi/ais)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini