Berita Utama Kisah Haru Erik, Tetap Semangat Ikut UNBK Walau Harus Ditandu

Kisah Haru Erik, Tetap Semangat Ikut UNBK Walau Harus Ditandu

Erik Maulana saat mengerjakan soal didampingi Kepala SMPN 20 Bandarlampung Hj. Dra Listadora, Selasa (23/4). Foto Ruri/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id-Ada yang berbeda saat pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMPN 20 Bandarlampung, Tanjungsenang, Selasa (23/4). Erik Maulana Saputra (15), salah satu siswa kelas IX SMPN 20 Bandarlampung peserta UNBK harus mengerjakan soal sambil berbaring.

Meski hanya bisa berbaring, Erik yakin mampu mengerjakan soal dengan baik. Semangat Erik untuk bisa menyelesaikan UNBK patut diacungi jempol, mengingat sakit serius yang dialami tubuhnya.

Ya, pada 13 Maret lalu, Erik terjatuh dari pohon kelapa setinggi 6 meter. Akibatnya, tulang ekor remaja malang ini didiagnosa patah dan mengalami remuk. Kondisi ini menyebabkan Erik tak mampu berjalan dan hanya bisa berbaring.

Agar bisa ke sekolah mengikuti UNBK, Erik dibawa dengan tandu kayu oleh para kerabatnya. Rumah salah satu kerabat Erik dekat dengan sekolah tempatnya menuntut ilmu. Sementara, rumah orangtua Erik cukup jauh jaraknya dari sekolah. Karena itu, selama UNBK berlangsung, Erik sementara tinggal dengan salah satu kerabatnya tersebut. Sehingga para kerabatnya tidak terlalu jauh menggotong Erik ke sekolah.

Erik mengerjakan soal UNBK di dalam ruangan khusus yang telah disediakan pihak sekolah. Dalam ruangan khusus itu, terdapat satu komputer.

Erik mengatakan, dirinya sangat bersemangat untuk mengikuti UNBK meskipun dirinya tidak dapat berjalan, dan harus ditandu.

“Alhamdulillah, saya bisa melaksanakan UNBK. Kalau kesulitan soal, tidak ada yang terlalu berat. Karena belajar di rumah juga. Semangat, pasti optimis dapat hasil yang memuaskan. Karena mau masuk SMK,” ujarnya usai melaksanakan UNBK, Selasa (23/4).

Selama UNBK berlangsung, putra bungsu dari tiga bersaudara itu mendapat kesempatan mengerjakan soal di sesi I. Yakni mulai pukul 07.30 hingga pukul 09.30 pagi.

Linda Widyantari kakak kandung Erik mengatakan, pihak keluarga tidak merasa kesulitan untuk membawa sang adik ke sekolah.

“Paling pas mau berangkat saja, harus nunggu pakde-pakdenya untuk angkat adik. Karena kan pakai tandu. Sekarang masih tinggal di rumah saudara, karena lebih dekat dengan sekolah,”tukasnya.

Menurut Linda, saat mengetahui Erik terjatuh dari pohon, pihak keluarga langsung membawa Erik ke RS Immanuel. Kemudian Erik dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek (RSUDAM). Tetapi, karena tak punya biaya, Erik urung menjalani operasi.

Erik saat ini tengah menjalani pengobatan alternatif. Menurut Linda, kondisi kesehatan Erik dinilainya berangsur membaik. “Tadinya dari pinggul sampai bawah mengalami mati rasa, kaku. Tapi dari pengobatan sudah ada kemajuan. Sudah bisa miring, sudah bisa nyeret-nyeret badan,” jelasnya.

Hj. Dra. Listadora, Kepala SMPN 20 Bandarlampung menyatakan, pihak sekolah berinisiatif menyediakan ruangan khusus bagi Erik. Menurutnya, saat USBN dan simulasi UNBK lalu, pihak sekolah membolehkan Erik mengerjakan soal di rumah.

Tetapi, untuk UNBK pihak sekolah menilai sangat sulit untuk menyediakan sarana komputer hingga jaringan internet di rumah Erik. Akhirnya, lanjut Listadora, pihak sekolah menyediakan ruangan khusus lengkap dengan infrastrukturnya untuk Erik.

“Ada satu ruangan khusus untuk Erik. Karena mau dibawa kerumah juga susah. Semengat Erik yang besar untuk ikut ujian memberikan semangat juga kepada para guru mengupayakan Erik bisa ikut ujian,” katanya. (rur/wdi)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini