Bandarlampung Pemkot Tambah Saham di BPR Syariah Bandarlampung

Pemkot Tambah Saham di BPR Syariah Bandarlampung

Suasana RUPS BPR Syariah Bandarlampung yang dipimpin Wali Kota Bandarlampung Herman H.N., Selasa (23/4). FOTO HUMAS PEMKOT BANDARLAMPUNG FOR RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. bersama Direktur dan jajaran BPR Syariah Bandarlampung menggelar Rapat Utama Pemegang Saham (RUPS) tahunan, Selasa (23/4), di Ruang Rapat Wali Kota.

Dari hasil RUPS tahunan tersebut, Herman H.N. mengatakan laba bersih atau keuntungan Bank Syariah tahun 2018 sebesar Rp2 miliar, jumlah itu sudah mencapai target ditentukan.

Saat ditanya apakah akan menambah saham, Herman pun menuturkan bahwa Pemkot Bandarlampung merupakan pemegang saham utama, di mana tahun 2019 ini pemkot menambah Rp5 miliar, plus Rp2,5 miliar untuk gedung, sehingga pemkot menambah Rp7,5 miliar.

Baca :   Gubernur Singgung Sampah, Herman H.N.: Kita Sudah Sekuat Tenaga

“Ya saat ini total saham kita Rp18 miliar, kita pemegang saham utama atau 90 persen, jadi kalau ditambah Rp7,5 miliar bisa jadi 95 persen,” ungkapnya.

Ia pun menargetkan untuk laba di tahun 2019 ini, BPR Syariah mendapat lama sebesar Rp2,5 miliar. “Kita jangan terlalu optimis, karena ini Bank Syariah kita tidak mikirin untungnya, tapi kita menargetkan bagaimana membantu masyarakat dengan syariah,” ungkapnya.

Sementara Ridwansyah selaku Direktur Utama BPR Syariah Bandarlampung, menuturkan bahwa pembiayaan atau kredit BPR Syariah tahun 2018 mencapai Rp70 miliar. “Jumlah itu tersebar di empat kabupaten/kota, yaitu Bandarlampung, Lampung Selatan, Pesawaran, dan Pringsewu,” ucapnya.

Baca :   33 Paskibraka Dikukuhkan, Wali Kota: Ayo Isi Kemerdekaan dengan Pembangunan! 

Di tahun 2019 ini BPR Syariah sudah memiliki satu kantor cabang KAS untuk penjualan di Kalianda. “Jadi omset pembiayaan 2018 yang Rp70 miliar naik 28 persan dari tahun 2017 yang hanya Rp67 miliar,” terangnya.

Pada tahun 2019 ini BPR Syariah menargetkan pembiayaan mencapai Rp102 miliar. “Laba bersih setelah pajak tahun 2018 sebesar Rp2,08 miliar dan tahun 2019 sebesar Rp2,44 miliar setelah pajak,” ujarnya. (pip/sur) 

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini