Berita Utama BPJT-Kemenhub Atur Siasat Layani 8,44 Juta Pemudik

BPJT-Kemenhub Atur Siasat Layani 8,44 Juta Pemudik

foto net

RADARLAMPUNG.CO.ID – Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk persiapan dan kemantapan jalan tol. Sebab, sedikitnya tiga juta orang atau sekitar 40 persen dari pemudik di periode Puasa-Lebaran tahun 2019 diperkirakan akan menggunakan Jalan Tol sebagai sarana mudik mereka.

Kepala BPJT Danang Parikesit mengatakan, laporan dari Litbang Kementerian Perhubungan menyebut total 8,44 juta orang pemudik yang akan bergerak ke kampung halaman mulai pertengahan Mei dan kembali ke Jakarta pada awal Juni nanti. “Sekitar 3,76 juta atau 40 persennya akan menggunakan jalan tol,” jelasnya, kemarin (23/4)

Diperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada Jumat, 31 Mei 2019 dengan lonjakan kendaraan pada peak days 649 ribu orang yang akan memakai jalan tol dengan berbagai macam kendaraan.

Namun menurut Danang, arus balik lebih menjadi perhatian saat ini. Karena beberapa faktor. Diantaranya adalah rentang waktu periode mudik lebih panjang daripada balik. Sehingga kepadatan akan lebih banyak terdistribusi. “Sementara di arus balik, rentang waktunya antara mulai arus balik dengan hari masuk kerja tidak sepanjang tahun lalu,” jelasnya.

Diperkirakan 750 ribu orang akan memakai jalan tol pada jam jam padat arus balik. Prakiraan puncak arus balik sendiri akan terjadi pada hari Minggu, 9 Juni 2019. “Dalam arus balik juga tingkat kelelahannya cukup tinggi,” katanya.

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan BPJT Ranto Parlindungan Rajagukguk mengungkapkan bahwa beberapa ruas Jalan Tol baru akan dimanfaatkan secara fungsional. Salah satunya adalah Jalan Tol Pandaan Malang seksi 1 hingga 3.

Memang, saat ini seksi 1 hingga 3 sudah siap beroperasi, namun saat ini masih dalam tahap uji laik fungsi. Sehingga pada masa Mudik hingga Lebaran nanti kemungkinan masih akan beroperasi tanpa tarif alias gratis. “Kalau beroperasi tanpa tarif berarti fungsional,” jelasnya.

Sementara opsi lainnya adalah membuka Jalan Tol Manado-Bitung dan Balikpapan-Samarinda. Ranto mengatakan hal ini masih opsional. Sambil melihat kondisi karena di Sulawesi dan Kalimantan arus mudik tidak terlalu ramai.

Untuk Sumatera, ruas Bakauheni-Tebanggi Besar akan dibuka secara operasional. Sementara sisa ruas ke utara yakni dari Tebanggi Besar sampai Kayu Agung akan beroperasi secara fungsional.

Untuk mengatasi kemacetan, BPJT juga berencana untuk mempersiapkan pengaturan satu arah untuk ruas tol. Yakni satu arus dari barat ke timur pada periode mudik lalu satu arus dari timur ke barat pada periode balik. “Tapi ini masih menunggu koordinasi teknis dengan korlantas,” katanya.

Sementara untuk rest area, Ranto menyebut total 55 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area di sepanjang Jalan Tol Trans Jawa. Kesiapan dan kemantapan pelayanan tiap rest area terus dipantau ketat oleh BPJT. Kondisi kebersihan toilet dan tempat ibadah harus diperhatikan. Serta tidak ada pungutan liar. “Kalau sampai ada badan usahanya (BUJT, red) yang akan kami tindak,” tandasnya. (fin/kyd)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini