oleh

Replanting Kelapa Sawit, Tubaba Dapat Rp29 M

radarlampung.co.id- Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) akan mendanai peremajaan (replanting) 1.170 hektar perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba).

Dana bantuan yang akan digelontorkan dalam peremajaan ini mencapai Rp29 miliar lebih, yang akan direalisasikan dalam 3 (tiga) tahap.

Hal ini diungkap Syakib Arsalan, SE, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Tubaba, usai Sosialisasi Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun di Griya Aulia, Candra Mukti, Rabu (24/4).

“Target alokasi untuk Tubaba dibagi menjadi 3 tahap. Tahap satu adalah seluas 295 Ha, Tahap 2 seluas 295 Ha, dan Tahap 3 seluas 580 Ha. Kalau tidak salah hitungan perhektarnya Rp25 juta,” katanya.

Dia menjelaskan, BPDPKS merupakan unit organisasi non-eselon di Bidang Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit

Badan ini bertanggung  jawab kepada Menteri Keuangan melalui Sekretariat Jenderal. Tugas BPDPKS menghimpun dana yang bersumber dari Pajak Ekspor Crude Palm Oil (CPO) kelapa Sawit, yang selanjutnya disalurkan kembali guna peningkatan produksi serta peningkatan sarana prasarana, serta sumber daya manusia dalam sektor usaha kelapa sawit.

“Salah satu program yang didanai oleh BPDPKS adalah peremajaan atau replanting tersebut,” terangnya.

Syakib menyebutkan, pada 2019 target Peremajaan Kelapa Sawit oleh BPDPKS secara nasional adalah seluas 200.000 hektar, dan Provinsi Lampung mendapat target alokasi peremajaan seluas 9.638 hektar, yang tersebar di 8 kabupaten.

Dengan luas perkebunan sawit rakyat mencapai 4.329 hektar di Tubaba, lanjutnya, hal ini tentu sebagai salah satu peluang dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas kelapa sawit, serta sebagai upaya membantu petani mengatasi kesulitan pendanaan untuk meremajakan kebun kelapa sawit.

“Dan Alhamdulillah, pada tahun 2019 ini, Kabupaten Tubaba mendapat alokasi peremajaan seluas 1.170 hektar. Apalagi pemerintah bersama unsur terkait saat ini memang terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan, termasuk tentunya kelapa sawit,” katanya. (fei/rnn/wdi)



Komentar

Rekomendasi