oleh

Kelelahan, Tewas Lakalantas, hingga Bersalin saat Setor Berkas : Ini Sederet Kisah Pejuang Demokrasi di Lamteng

radarlampung.co.id-Pelaksanaan Pemilu 2019 menyisakan sederet kisah getir para pejuang demokrasi di Kabupaten Lampung Tengah. Berikut daftarnya :

1. Anggota Bawaslu Sakit 

Dua anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung Tengah tumbang diduga kelelahan melakukan pengawasan Pemilu 2019. Keduanya yakni Ketua Bawaslu Harmono dan anggota Bawaslu Divisi Hukum Alfian Wahyudi.

Menurut anggota Bawaslu Lamteng Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi Eko Pranoto, Harmono sudah sejak tiga hari belakangan sakit.

“Ketua demam sudah tiga hari dirawat di klinik. Tapi, kemarin ketua masuk memaksakan diri. Kemudian Alfian Wahyudi hari ini tak masuk juga sakit. Sakit demam juga,” ujarnya Kamis (25/4).

Eko melanjutkan, kondisi kesehatan komisioner dan anggota sudah dilaporkan ke Bawaslu Lampung. “Sudah dilaporkan ke provinsi,” tegasnya.

2. Petugas Tewas Lakalantas

Tidak hanya komisioner, kata Eko, pengawas TPS 26 Kampung Gunungbatin Baru, Kecamatan Terusannunyai, Hendra Lesmana, juga mengalami kecelakaan jatuh dari motor. Hendra lakalantas saat menyetorkan C1 ke kantor Panwascam Terusannunyai.

“Ada pengawas TPS yang kecelakaan setelah menyetorkan C1 ke Panwascam. Sekarang dirawat di RSYMC, Kecamatan Terbanggibesar,” katanya.

Lakalantas juga menimpa Pan Winda, seorang Linmas TPS 06 Kampung Ramamurti, Kecamatan Seputihraman.  Ia mengalami lakalantas dan meninggal saat menuju TPS. Hal ini diungkapkan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lamteng Mutmainah.

“Satu orang Linmas TPS 06 Kampung Ramamurti meninggal kecelakaan tunggal saat menuju TPS. Yakni Pan Winda. Pan Winda sempat dibawa ke RS Mardi Waluyo, Kota Metro. Namun meninggal dalam perjalanan. Musibah ini terjadi sebelum hari pencoblosan, 16 April 2019,” katanya.

Komentar

Rekomendasi