oleh

Puluhan Pelayat Antar Jenazah Sang Guru Mengaji

radarlampung.co.id – Puluhan pelayat mengantar jenazah Teguh Riadi (45) ke tempat pemakaman umum (TPU). Warga Komplek BI, Jalan Sumur Puteri  Gang Hi, Husein, Telukbetung Utara itu tewas dalam kecelakaan di Jalan Pangeran Emir M. Noer, sekitar pukul 07.00 WIB, Kamis (25/4).

Budiman, kakak korban menyatakan, pihak keluarga ikhlas dengan peristiwa itu. ”Kaget sekali. Katanya mau antar anak ke sekolah. Malah dapat musibah begini. Tapi kami berusaha ikhlas,” kata Budiman.

Ia mengaku tidak mendapat firasat apapun sebelum sang adik yang menjadi guru mengaji di Griya Hafidz Quran tersebut tewas kecelakaan. ”Dia sudah biasa antar anak perempuannya ke sekolah. Sekarang saja saya belum tanyakan keadaan Amira bagaimana,” sebut dia.

Kedatangan jenazah teguh sekitar pukul 14.0 WIB membuat keluarga shock. Bahkan Budiman sempat tidak sadarkan diri. ”Iya. Tadi pak Budi sempat pingsan waktu lihat (jenazah) adiknya datang,” kata Usman, salah seorang murid mengaji Teguh.

Tidak hanya keluarga. Jamaah Griya Hafidz Quran juga sangat kehilangan. ”Pasti banyak yang rindukan sosoknya. Beliau baik, sopan, dan sangat telaten mengajari kami (mengaji),” sebut dia.

Diketahui, Teguh tewas dalam kecelakaan di Jalan Pangeran Emir M. Noer, Kelurahan Sumurputri, Telukbetung Utara, Kamis (25/4). Ini setelah motor Honda Vario BE 3413 CB yang dikendarainya terseret dan tergilas truk yang tidak kuat menanjak.

Kecelakaan tersebut bermula ketika truk BE 9144 BK melaju ke arah Tanjungkarang. Saat melintas di lokasi kejadian, diduga kendaraan tersebut tidak kuat menanjak.

Truk kemudian mundur dan menghantam motor Teguh yang berada di belakang. Motor sempat terseret. Tidak hanya itu. Truk juga menghantam mobil Toyota Rush B1543 TKR dan Pajero BE 1693 BJ. (mel/ais)



Komentar

Rekomendasi