oleh

Mahasiswa UPI Pelajari Potensi Bencana di Lampung

radarlampung.co.id- Untuk mengkaji potensi bencana di Wilayah Lampung, Mahasiswa Geografi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung melakukan Kuliah Kerja Lapangan ke daerah Kabupaten Tanggamus.

Ketua Pelaksana KKL Ricky Yunia mengatakan, KKL UPI dibagi menjadi tiga tahap. Saat ini KKL telah melaksanakan tahap ketiga dengan mengunjungi daerah di luar Pulau Jawa.

“Kita juga ingin memperkenalkan pendidikan geografi dan bersilaturahmi. Ada tiga tahap, tahap satu di daerah Jawa Barat, Kemudian Pulau Jawa, dan yang ketiga di luar Pulau Jawa. Kenapa kami memilih Lampung, karena kita ingin mengkaji potensi bencana yang ada di Lampung, terlebih di Tanggamus, karena ada patahan semangkok yang memiliki potensi gempa,”ujar Ricky di Universitas Lampung, Jumat (26/4).

Ricky mengatakan, rombongan KKL UPI yang berjumlah 96 mahasiswa dan 10 dosen pendamping tersebut akan berada di Lampung selama satu minggu. Dengan rute mengunjungi Tanggamus, kemudian menuju ke daerah Rajabasa Lampung Selatan yang sebelumnya terkena dampak tsunami Selat Sunda.

“Jadi nanti ke Tanggamus, kami akan mensurvey lokasi dari patahan semangkok, Kota Agung, Kecamatan Wonosobo. Intinya kita akan mengkaji potensi bencana gempa yang ada di sana. Lalu wawancara dengan masyarakat sekitar, apakah gempa sering terjadi, atau kapan gempa terbesar yang pernah terjadi,” jelasnya.

Salah satu pemateri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus Iwan Junianto menuturkan, seluas 40 persen wilayah Tanggamus dikelilingi bukit dan bergunung sehingga menjadi rawan longsor. Selain itu, didampingi dua aliran sungai yang besar, dan menjadi rawan banjir.

“Kemudian, berada di dua patahan yang menjadi penyebab gempa bumi,” tukasnya.

Prof.Dr. Darsiharjo.,M.S. dari UPI mengungkapkan, Peranan Geografi dalam mengelola potensi bencana. Dimana, pendidikan geografi sangat penting untuk mengerti tentang potensi bencana alam.

“Misalkan, tinggal di pinggir pantai apakah tahu harus berapa meter dari pantai, bagaimana bangunannya, kondisi fisiknya struktur tanahnya,”pungkasnya. (rur/



Komentar

Rekomendasi