oleh

Kompensasi Penyelenggara Pemilu yang Wafat, Menunggu Info KPU RI

radarlampung.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pesawaran masih menunggu pemberitahuan secara resmi dari KPU RI terkait kompensasi bagi penyelenggara pemilu yang wafat saat menjalankan tugas.

Komisioner KPU Pesawaran Edy Sutanto mengatakan, hingga saat ini sudah tiga orang yang meninggal dunia. ”Kalau (penyelenggara pemilu) yang meninggal dunia ada tiga orang. Ketua KPPS 7 Desa Bagelen, petugas di TPS 3 Desa Bangunsari, Negerikaton dan linmas di Pasar Minggu, Desa Gedongtataan,” kata Edy Sutanto, Sabtu (27/4).

Edy menuturkan, pihaknya juga mendata panitia pemilu yang sempat dirawat di rumah sakit lantaran kelelahan. Seperti PPK Padangcermin, PPK Kedondong, Ketua KPPS Waylayap, Ketua KPPS Padangratu dan Ketua KPPS Desa Gunungsugih Baru, Tegineneng yang mengalami kecelakaan.

Baca :   KPU Pringsewu Siapkan Tiga Agenda

”Kalau kondisi mereka, Alhamdulillah sudah membaik dan sudah keluar dari rumah sakit,” ujarnya.

Dilanjutkan, KPU RI meminta KPU seluruh kabupaten/kota, termasuk Pesawaran untuk mendata petugas pemilu yang wafat dan sakit. “Kita memang diminta untuk mendata panitia pemilu yang meninggal maupun sakit. Untuk bentuk kompensasinya, kita masih menunggu surat resmi dari pusat,” pungkasnya.

Diketahui, Aminin, petugas linmas di TPS 03 Gedongtataan, meninggal dunia, Senin sore (23/4). Warga Pasar Minggu, Desa Gedongtataan, Pesawaran itu diduga kelelahan saat bertugas.

Ketua KPPS TPS 03 Ferdy membenarkan Aminin meninggal dunia diduga karena kelelahan. Sebelumnya, ia bertugas mengawal jalannya proses pemungutan suara sejak Rabu (17/4). Tugas berlanjut hingga pengiriman logistik kembali ke PPK Gedongtataan, Kamis (18/4).

Baca :   KPU Pringsewu Siapkan Tiga Agenda

“Almarhum meninggal karena kecapekan. Beliau bertugas dari Rabu pagi (17/4) hingga sore keesokan harinya. Malah sampai malam mengirim logistik ke PPK,” kata Ferdy, Rabu (24/4).

Sementara Ihsanudin Yuda Putra (36) alias Suroto, Ketua KPPS 7 Desa Bagelen meninggal dunia, Kamis malam (18/4). Diduga ia terkena serangan jantung dan sempat dibawa ke klinik, kemudian dirujuk ke RSMGC. Namun nyawanya tidak tertolong. (ozi/ais)

 



Komentar

Rekomendasi