oleh

Cuma Setor Rp100 Ribu Per Hari, Omset Oprasional Bus Trans Bandarlampung Sempat Limbung

RADARLAMPUNG.CO.ID – Bus Trans Bandarlampung mulai mengaspal melayani masyatakat sejak 1 April lalu, dengan jurusan Terminal Rajabasa ke Terminal Panjang dan jam oprasi dari pukul 06.00 WIB – 18.00 WIB.

Tarifnya yang bersubsidi membuat cukup ringan di kocek, yakni  Rp 2 ribu.

Dalam hal ini, managemen  bus tersebut dikelola KPRI Ragom Gawi Kota Bandarlampung, yang mana sampai dengan saat ini pendapatan satu unit bus rata-rata Rp100 ribu per hari dan ditargetkan nantinya akan mencapai angka Rp400 ribu per hari untuk satu bus.

Hal itu diungkapkan ketua KPRI Ragom Gawi Kota Bandarlampung Deddy Amarullah. Menurutnya terkait pemasukan Bus Trans Bandarlampung di satu bulan pertama pihaknya masih melakukan evaluasi.

“Sekarang masih kita evaluasi dulu,” ucapnya, Rabu (1/5). Alasannya, menurut Deddy secara bidang usaha cenderung tidak mungkin diberlakukan tarif Rp2 ribu. Hanya saja itu tetap laik lantaran tarif bus trans Bandarlampung sendiri disubsidi Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung.

“Ya (kebijakan) pak wali beri subsidi, jadilah tarifnya Rp2 ribu untuk jauh dekat,” ungkapnya.

Diakuinya, tahap awal pengoprasiannya Trans Bandarlampung pihaknya mengalami kerugian cukup besar. Namun saat ini pendapatan dari setiap bus sudah mulai stabil setelah masyarakat banyak yang mengenal bus trans Bandarlampung.

“Tadinya diawal beroprasi masih sering kosong, namun semakin kesini semakin setabil karena masyarakat sudah mulai paham dengan bus kita, jadi rata-rata setiap bus saat ini mendapat Rp100 ribu per hari, sudah cukup untuk biaya sopir, kondektur, dan BBM,” terangnya.

Kedepan pihaknya pun menargetkan satu bus trans Bandarlampung dapat mencapai R400 ribu per hari. “Sekarang memang kita lagi tahap sosialisasi dan kita juga tidak ingin mematikan kawan-kawan oplet, jadi target kedepan kalau bisa satu bus Rp400 ribu per hari,”ucapnya.

Deddy pun mengungkapkan, pihaknya membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menyewa Bus Trans Bandarlampung tersebut. “Khusus untuk anak sekolah yang masu sewa, nanti tetap akan kita kasih subsidi,” ungkapnya.

Untuk tarif sendiri masih akan tetap Rp2 ribu jauh dekat, dan tidak akan berubah selagi tidak dievaluasi oleh wali kota. “Ya tarif tetap Rp2 ribu sesuai kebijakan pak wali, kalau pun mau berubah ya sampai kebijakan pak wali dievaluasinya,” ucapnya. (pip/sur)

Komentar

Rekomendasi