oleh

Polda Lampung Dalami Kasus Penyelundupan Empat Ton Daging Celeng

RADARLAMPUNG.CO.ID – Polda Lampung melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) dan Polres Lampung Selatan mendalami kasus penggagalan empat ton daging celeng yang akan diselundupkan dari Pelabuhan Bakauheni melalui Seaport Interdiction, Minggu (28/5).

Kabid Humas Polda Lampung AKBP Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, pihaknya terus mengantisipasi dan mengejar para pelaku lainnya yang melakukan penyelundupan daging celeng tersebut.

“Ya saat ini masih ditindaklanjuti oleh pihak kami. Dan memang daging celeng ini diketahui ingin dikirim ke Kota Solo, Jawa Tengah,” ujar Pandra -sapaanakrabnya- kepada radarlampung.co.id, Rabu (1/5) melalui sambungan telponnya.

Menurut mantan Abang-None DKI Jakarta ini, pencegahan penyebaran daging celeng harus terus ditekan, dikarenakan sebentar lagi memasuki bulan suci Ramadan.

“Maka dari itu terus kita tekankan dan akan mengawasi pelabuhan agar para pelaku pengirim daging celeng ini tidak bisa menyeberang ke Pulau Jawa,” jelasnya.

Selain menekankan pengiriman daging celeng masuk ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, pihaknya juga akan melakukan pengawasan di Lampung agar daging celeng tersebut juga tidak diperjualbelikan. “Di Lampung akan kita awasi juga,” terangnya.

Untuk diketahui, Polres Lampung Selatan beserta Karantina Wilker Bakauheni berhasil menggagalkan penyelundupan empat ton daging celeng yang dibawa satu truk colt diesel nopol BG 8977 YA.

Dari penggagalan ini polisi berhasil meringkus dua pelaku, salah satunya seorang sopir truk berinisial H (34) dan kondektur berinisial D (45).

“Daging celeng itu disamarkan oleh mereka dengan ditumpuk jerami dan sisa serbuk gergaji yang ditutupi terpal biru. Dan daging celeng tersebut dibungkus oleh plastik warna putih,” pungkas Pandra. (ang/sur)

Komentar

Rekomendasi