Bandarlampung Berani Larang Tadarus Pakai Toa? Herman H.N.: Silahkan Keluar Dari Bandarlampung!

Berani Larang Tadarus Pakai Toa? Herman H.N.: Silahkan Keluar Dari Bandarlampung!

Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. saat menghadiri Safari Ramadan 1440 H di Kecamatan Bumi Waras, Selasa (14/5). FOTO HUMAS PEMKOT BANDARLAMPUNG

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kabar larangan tadarus menggunakan pengeras suara tidak berlaku di Bandarlampung. Penegasan itu disampaikan langsung Wali Kota Bandarlampung Herman H.N.

Orang nomor satu di Kota Tapis Berseri ini menegaskan bahwa selama Ramadan 1440 H ini tidak dibatasi kegiatan tadarus di masjid,  termasuk dengan menggunakan pengeras suara atau toa.

Sebab, menurut Herman H.N., hal itu merupakan kegiatan lumrah selama bulan Ramadan. Itu diungkapkannya saat safari Ramadan dan buka bersama di Masjid Jami’ Nurul Yaqin, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras.

“Masyarakat silahkan tadarus di masjid tidak ada yang melarang, dan kalau ada yang melarang tadarus pakai pengeras suara atau toa masjid saya yang akan tanggung jawab, bilang ke saya,” ujarnya, Selasa (14/5).

Dirinya juga mengungkapkan bahwa melarang seorang melakukan tadarus dengan alasan yang tidak jelas bukan suatu kebijakan baik. “Di Bandarlampung saya bolehkan tadarus selama 24 jam, jika ada yang melarang suruh dia pergi dulu dari sini selama Ramadan, terus jika sudah selesai Ramdan baru balik lagi,” ungkapnya.

Menurut Herman, tadarus membaca ayat suci Alquran merupakan suatu ibadah yang dianjurkan bagi umat muslim selama bulan suci Ramadan. Maka dirinya sangat menganjurkan bagi warga Bandarlampung, serta tidak perlu takut untuk melakukan kegiatan tadarus di malam hari.

“Saya minta warga Bandarlampung jangan ragu untuk tadarus di masjid,  karena bagi yang mendengarkan orang membaca ayat suci alquran pun mendapatkan pahala, jadi tidak perlu dibatasi atau dilarang, terlebih selama hal itu baik,” ujarnya.

Hal tersebut diperkuat komentar Kepala Kantor Agama (Kemenag) Bandarlampung Seraden Nihan. Menurutnya pihaknya juga tidak pernah mengeluarkan surat edaran terkait pelarangan menggunakan toa atau pengeras suara saat Ramadan.

“Kita gak ada mengirim surat edaran larangan toa kemana-mana, jadi gini penggunaan pengeras suara untuk tadarus itu memang perlu ada pengertian, misalnya tadarus malam hari kalau udah jam 10 malam, dapat menyesuaikan,” ucapnya, Selasa (14/5).

Menyesuaikan yang dimaksudnya pada waktu malam hari kemungkinan ada tetangga yang telah beristrihat atau tidur. “Makanya mungkin waktu-waktu yang seperti itu mungkin gak  perlu pakai pengeras suara, cukup suara biasa di masjid,” ujarnya.

Namun jika pada waktu yang tidak riskan tidak ada masalah untuk menggunakan toa. “Dari dulu niat kita baik, tapi kadang ada yang tidak menyambut dengan baik, kalau malam jika tidak pas dapat menggunakan pengeras suara di dalam,” ucapnya.

Pada waktu subuh, menurut Saraden juga waktu yang baik untuk menggunakan pengeras suara karena dapat membangunkan masyarakat yang tengah tidur. “Subuh gak masalah, justru bisa membangunkan orang, Umar bin Khattab saja masuk islam karena sering mendengar lantuan ayat suci alquran,” ucapnya. (pip/sur) 

14 KOMENTAR

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini