Berita Utama Mengintip Pengalaman Zainudin Hasan Jalani Puasa di Lapas

Mengintip Pengalaman Zainudin Hasan Jalani Puasa di Lapas

Terpidana suap fee proyek infrastruktur di Kabupaten Lamsel, Zainudin Hasan bersama terpidana korupsi APBD Lamteng Andi Achmad saat ditemui di Lapas Kelas IA Bandarlampung, Selasa (14/5). FOTO ANGGRI SASTRIADI/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Nuansa puasa berbeda dijalani Zainudin Hasan, terpidana suap fee proyek infrastruktur di Dinas PUPR Lampung Selatan (Lamsel), tahun ini. Ya,  Zainudin terpaksa menjalani puasa di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Bandarlampung.

Kendati begitu, Zainudin mengaku semakin khusyuk menjalani puasa.

“Ya memang selama di sini (Lapas, red) yang mengurangi pahala puasa semakin kurang jadi lebih fokus saja menjalani ibadah,” ujar Bupati non aktif Lamsel ini kepada radarlampung.co.id, Selasa (14/5).

“Alhamdulillah puasa lancar dan kegiatan kita di sini juga tidak mengandalkan fisik. Tetapi kita juga tetap harus menjaga kesehatan, olahraga, dan menjaga pikiran kita tetap bergerak,” sambungnya.

Kemudian, lanjut dia, di sana dirinya paling tidak seminggu bisa melakukan khatam Alquran. “Karena rata-rata setiap hari kita membaca lima kali sehari. Kalau mau salat kita baca dan sesudah salat kita baca, jadi kita bisa tenang,” ungkapnya.

Baca :   JPU KPK Siap Hadapi Banding Zainudin Hasan

Disinggung mengenai apakah ada rasa kesedihan dalam menjalani ibadah puasa yang tidak bersama keluarga, Zainudin menjelaskan hal itu bisa ia atasi.

“Kalau kesedihan itu memang sifat dasarnya manusia. Tetapi bagaimana kita mengelolah rasa kesedihan itu. Memang ada rasa kangen dan rasa rindu tetapi kita kembali kan ke pada Allah SWT,” katanya.

Selama di lapas ia juga menjadi pembina bagi para narapidana yang mengikuti kegiatan di bulan Ramadan. “Kegiatan Ramadan di sini lebih banyak dibanding di luar Ramadan. Seperti hari-hari biasa di luar bulan Ramadan di sini ada kegiatan semacam kuliah duha, belajar Alquran bagi para hafiz, kemudian ceramah agama sampai magrib,” ungkapnya.

Baca :   JPU KPK Siap Hadapi Banding Zainudin Hasan

Dan, untuk di Bulan Ramadan ini disamping ceramah agama, makin banyak kegiatan ibadah tambahan. Setiap waktu salat, kata dia, diikuti kegiatan tahlim dan kultum juga program khatam alquran, yang turut dibentuk beberapa qolaqoh-qolaqoh.

“Misalnya 30 orang dibagi satu orang membaca satu juz sehingga setiap waktu bisa khatam Alquran. Dan malam juga ada kegiatan tadarusan ditambah ba’da isya dan taraweh dan sekelompok dari berbagai blok kemudian melakukan tadarusan,” tuturnya. (ang/sur)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini