oleh

Pol PP Metro Jaring Belasan ASN Bolos, Termasuk PNS Lamtim dan Lamteng

RADARLAMPUNG.CO.ID – Satuan Pol PP Kota Metro menjaring belasan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkeliaran saat jam kerja di beberapa titik pusat perbelanjaan di Bumi Sai Wawai, Selasa (14/5). Bahkan ASN dari Lamtim dan Lamteng turut digiring petugas untuk mendapatkan pembinaan.

Kasat Pol PP Kota Metro Imron mengatakan razia yang dilakukan tersebut merupakan kegiatan rutin dalam rangka menjaga ketertiban dan disiplin ASN. “Ini rutin dilakukan, dasarnya untuk menjakankan gerakan disiplin nasional (GDN) yang telah disepakati bersama,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurutnya, bagi ASN Kota Metro yang kedapatan akan dilaporkan ke Kantor Inspektorat untuk ditindaklanjuti. Sedangkan, bagi ASN luar Kota Metro yang kedapatan akan diberi pembinaan dan peringatan. “Bila itu tugas dalam tugas pekerjaan dan dilakukan di jam kerja, seharusnya ada surat perintah dari kantor yang bersangkutan,” ujarnya.

Selain itu, Kepala Bidang Trantibum Sat Pol PP Kota Metro, Jose Sarmento menuturkan, razia yang dilakukan tersebut dalam rangka menjaga kekhidmatan ibadah di Bulan Suci Ramadan 1440 Hijriyah.

“Razia ini bertujuan untuk menertibkan ASN yang berada di pasar saat jam kerja. Bahkan kami mendapati ada ASN dari luar kota, yakni Lamtim dan Lamteng. Hari ini yang terjaring sebanyak 15 ASN yang kita dapati ada di pasar saat jam kerja dan rata-rata guru,” jelasnya.

Jose menjelaskan, razia yang dibagi menjadi dua tim tersebut menyusuri setiap sudut pasar pusat Kota Metro. Para ASN yang terjaring razia itu mendapatkan sanksi pembinaan dan akan dilaporkan ke Walikota. “Cuma peringatan dan pembinaan, supaya pada saat jam kerja PNS tidak menggunakan seragam dan berada di tempat-tempat perbelanjaan,” kata Jose.

Meski para ASN yang terjaring razia tersebut beralasan jam kerjanya telah usai, namun Pol PP tak serta merta percaya begitu saja. “Belasan ASN ini merupakan guru yang mengaku sudah selesai jam mengajarnya. Tapi bukan masalah sudah pulang sekolah, tapi yang kita permasalahkan mereka memakai pakaian dinas dan berada di pusat perbelanjaan,” pungkasnya. (apr/kyd)

Komentar

Rekomendasi