Features Keranjang Parsel, Bisnis Musiman yang Menjanjikan

Keranjang Parsel, Bisnis Musiman yang Menjanjikan

radarlampung.co.id- Bulan Ramadan adalah berkah bagi para pengrajin rotan. Pebisnis musiman membuat keranjang parsel pun muncul.

Suharno (69) pengrajin rotan yang berlokasi di Jalan Diponegoro Gg Danau Ranau II Bandarlampung, salah satu diantaranya. Suharno menyatakan selama Ramadan, dirinya hanya fokus memproduksi keranjang parsel saja. Meskipun, ada yang ingin memesan perabotan rumah, Suharno terpaksa meminta ditunda selepas bulan Ramadan.

“Saat Ramadan kita hanya membuat keranjang parsel. Kalau perabotan lain, kita tidak produksi. Dalam sehari bisa buat 30 sampai 50 buah,” ujarnya, Rabu (15/5).

Ia menuturkan, di hari biasa, pihaknya menjual sekitar 10 keranjang parcel. Namun, ia juga menjual perabotan rumah tangga, seperti kursi, lemari, dudukan di motor, dan lainnya.

“Kalau hari biasa, ada saja yang beli keranjang. Yah paling sekitar 10 biji. Tapi kan jual yang lain juga. Ramadan tahun kemarin sekitar 2.000 buah keranjang parcel yang terjual. Tapi kalau tahun ini belum tahu ya. Ya ini sudah mulai rame juga yang beli,” katanya.

Bisnis kerajinan rotan yang ditekuni Suharno merupakan bisnis turun temurun dari keluarganya. Ia mendirikan sendiri bisnisnya sejak sekitar tahun 1994.

Nonok, panggilan akrabnya, mengungkapkan, sejak kecil dirinya sudah akrab dengan berbagai jenis dan kerajinan rotan, termasuk bagaimana memproduksi kerajinan rotan. Dahulu, di sekitar rumahnya yang berada di Jalan Diponegoro Gg Danau Ranau II Bandarlampung banyak yang menjadi pengusaha rotan. Seiring berjalannya waktu, banyak pengusaba yang memilih untuk pindah ke Pulau Jawa.

“Dulu kan di sini namanya kampung rotan. Karena rata-rata bisnis rotan semua. Tapi, sekarang hanya tinggal beberapa, termasuk saya. Ya ini bisnis turun temurun. Jadi, dari kakek sudah usaha ini. Tapi, saya dari 1994 baru buka usaha sendiri sampai sekarang,” jelas ayah tiga anak itu, Rabu (15/5).

Dikatakannya, ia mencari rotan di sekitar Lampung dan dari luar Lampung seperti di Cirebon. Sekali belanja, ia bisa membeli sekitar 3 kuintal rotan.

“Belanjanya ya di Lampung saja, ada juga yang dari luar Lampung, di Cirebon belinya. Kalau di rumah, untuk produksi, jualnya di warung. Konsumen yang datang untuk membeli. Kalau untuk keranjang parcel, dari Bandarlampung ada, kalau di luar pembeli dari Kalianda, dari Metro juga ada. Kebanyakan mereka dijual lagi,” terangnya.

Sementara, Cholik, salah satu pegawai, mengatakan, dirinya sudah bekerja selama sekitar 30 tahun di dengan industri rotan. “Sudah lama. Dari bujang sudah kerja dengan rotan. Ya sudah sekitar 30 tahun. Keahliannya di sini, jadi ya tetap menekuni rotan,” tandasnya. (rur/wdi)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini