oleh

Galian KPBU-SPAM Persempit Bidang Jalan, Hati-hati Saat Lintasi Jl. Sultan Agung

RADARLAMPUNG.CO.ID – Mega proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) PDAM Way Rilau terkait Sistem Penyediaan Air Bersih (SPAM) terus dikebut. Pantauan radarlampung.co.id, beberapa hari belakangan sejumlah pekerja tampak sibuk melakukan penggalian saluran di sepanjang Jl. Sulatan Agung, Wayhalim, Bandarlampung.

“Penggalian di sepanjang Jl. Sultan Agung itu untuk menanam pipa proyek KPBU SPAM,” ujar Agung Purnama selaku Kabag Humas dan Langganan PDAM Way Rilau, Kamis (16/5).

“Itu merupakan galian untuk pipa-pipa baru yang ditanam untuk pengaliran air bersih kepada warga masyarakat Kota Bandarlampung yang saat ini belum menikmati layanan air bersih dari PDAM,” sambungnya.

Ia mengatakan, diperkirakan pengerjaan proyek ini akan selesai pada tahun 2020 mendatang. “Namun kalau mengenai lokasi-lokasinya saya belum tau pasti karena itu ada timnya di KPUB,” ucapnya.

Ya, SPAM Bandarlampung dilakukan dalam rangka pemenuhan 100% akses aman air minum. Yakni dengan berkolaborasi dan sinergi beberapa pihak. Seperti Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi melalui KPPIP, Kementerian PUPR, Kementerian Keuangan, dan Pemerintah Kota Bandarlampung, serta PT PII yang dengan berbagai terobosannya berupaya memenuhi atas pelayanan air minum.

Proyek SPAM Bandarlampung merupakan salah satu proyek strategis nasional yang telah melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama (PKS) pada 14 Februari 2018 lalu, antara PDAM Way Rilau dengan PT Adhya Tirta Lampung sebagai badan usaha pemenang lelang.

Program tersebut ditargetkan selesai pada tahun 2020 untuk penyelesian kontruksi, yang nantinya diharapkan melayani 300 ribu jiwa penduduk di 8 kecamatan di Bandarlampung. Atau sekitar 600 ribu sambungan rumah.

Total biaya investasi yang dibutuhkan untuk membangun SPAM Bandarlampung sebesar Rp1,2 triliun, dengan ruang lingkup proyek yang dibangun meliputi pembiayaan, pembangunan, pengoperasian dan pemeliharaan SPAM yang terdiri dari intage dengan kapasitas 825 liter/detik untuk pengambilan air baku.

Kemudian instalasi pengolahan air (IPA) dengan kapasitas produksi 750 liter/detik, pembangunan pipa transmisi diameter 1.000 mm sepanjang 22 km, dan reservoir dengan kapasitas 10.000 m2. Juga pembangunan jaringan distribusi untuk sistem pemompaan dan gravitasi, jaringan pipa sekunder/tersier, dan sambungan rumah. (pip/sur) 



Komentar

Rekomendasi