Politika Kinerja Kurang Maksimal, Aliansi Mahasiswa Ultimatus Bawaslu

Kinerja Kurang Maksimal, Aliansi Mahasiswa Ultimatus Bawaslu

51
Aliansi Mahasiswa Kawal Pemilu menggelar aksi di depan Kantor Bawaslu Lampung, Jumat (17/5). Foto Rima Mareta/radarlampung.co.id

Radarlampung.co.id – Aliansi Mahasiswa Kawal Pemilu mengggelar aksi di depan Kantor Bawaslu Lampung dengan mengusung Ultimatum Bawaslu, Jumat (17/5). Puluhan mahasiswa ini menuntut kinerja Bawaslu yang kurang maksimal dalam melakukan pengawasan dan memberikan rekomendasi ke KPU sehingga pelaksanaan Pemilu 2019 menimbulkan banyak korban jiwa.

”Kami hadir disini untuk mengawasi kinerja Bawaslu dari sebelum pelaksanaan Pemilu dengan harapan dapat mendukung pelaksanaan Pemilu yang jujur dan adil. Namun sebelum pelaksanaan saja sudah banyak kecurangan, saat pelaksanaan pun menjadi sorotan dunia bobroknya kualitas,” kata salah seorang mahasiswa saat berorasi.

Mahasiswa menganggap, banyak sekali kecurangan pemilu 2019. ”Yang lebih sakit banyak pejuang demokrasi tingkat desa dan kecamatan harus kehilangan nyawa, kemana Presiden, kemana Bawaslu, dari 500 jiwa lebih gugur. Ini tidak ada peringatan resmi dari Presiden dan Bawaslu diam, kenapa tidak memberikan rekomendasi pelaksanaan penyelenggaraan kepada KPU sehingga menimbulkan korban jiwa,” serunya.

Sementara itu, Presiden BEM U KBM Unila 2019 Fajar, Agung Pangestu menyatakan, Bawaslu memasuki babak baru dalam timeline pemilu, dari mulai banyaknya input data C1 yang terjadi kesalahan di berbagai daerah klaim kemenangan sampai dengan laporan kecurangan dari masing-masing paslon

”Perlu diapresiasi tingkat partisipasi pemilih 2019 di provinsi Lampung melampaui target nasional. Namun dibalik itu patut juga dievaluasi kesiapan dari Bawaslu yang dinilai masih kurang di beberapa titik. Ini seharusnya menjadi perhatian terlebih dengan munculnya angka korban jiwa akibat jam kerja yang melampaui batas normal,” tandasnya. (rma/kyd)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini