oleh

Lampung Diyakini Masih Punya Peluang jadi Ibukota RI

radarlampung.co.id -Provinsi Lampung dinilai masih memilliki peluang besar untuk menjadi Ibu kota pemerintahan. Hal tersebut diungkapkan oleh Insiator dan Ketua Forum Grup Discussion (FGD) Lampung Ibukota RI Dr. Andi Desfiandi usai diskusi santai progres mewujudkan DKI Lampung di pulau sumatera, di kediaman Staf Ahli Kapolri Irjen Dr. Ike Ewin, Jumat (17/5).

Kepada awak media, Andi menjelaskan, peluang Lampung masih besar jika dilihat dari segi rasionalitas dan objektiftas berbagai hal. “Memang saat ini yang santer adalah di Kalimantan. Tapi, pak Jokowi pernah menyatakan ada tiga daerah yang layak ternasuk di Sumatera tentunya di Lampung. Tentunya jika dilihat dari aspek rasionalitas dan objektivitasnya kita masih berpeluang besar. Kalau dilihat titik tengahnya tentu kita kalah, ” ujarnya.

Ketua Yayasan Alfian Husin ini mengatakan, menjadi ibukota pemerintahan tentunya harus memiliki keidealan. Misalnya, penduduk di daerah tersebut harus bisa beradaptasi menerima pendatang. “Saya kira Lampung sudah puluhan tahun berdampingan hidup berbagai etnis, ras dan agama, ” paparnya.

Kemudian, sambung Andi, harus cukup memiliki lahan hijau dan memiliki kontur tanah yang keras, serta memiliki kandungan air yang melimpah. “Kita tahu di Lampung unsur itu ada semua. Terutama di daerah yang kita tawarkan. Yakni dibkawasan Timur Lampung. Dibandingkan dengan Kalimantan, di sana banyak laham gambut. Tentunya kondisi kontur tanah sangat mendukung pembangunan infrastruktur yang mantap,” kata dia.

Selanjutnya mengenai pertahanan keamanan, kondisi Kalimantan berbatasan dengan luar negeri yang membuat kondisinya cukup rentan. Bisa dibandingkan dengan Lampung. Yang memiliki kondisi berdekatan dengan Jakarta, kemudian sudah memiliki berbagai macam pangkalan keamanan.

“Kita sudah ada pangkalan udara, laut, dan armada barat juga sudah dipindahkan ke Lampung. Sehingga relatif aman, ” ujarnya.

Dalam hal prospek ekonomi, mesti didukung kawasan yang menunjang. Menurut Andi, sumatera merupakan penyokong 20 persen Produk Donestik Bruto (PDB) nasional. Sementara, di Kalimantan, hanya menyumbang 6 persen saja.

“Artinya ini harus juga menjadi pertimbangan yang matang. Sebab, untuk meningkatkan perekonomian, Sumatera penyumbang PDB nomor dua setelah pulau jawa, ” kata dia.

Sementara dari sisi psikologis ASN, yang ada saat ini cenderung memiliki keluarga di sekitar Jakarta. “Saat jauh dengan keluarga, tentunya akan timbul ketidaknyamanan. Kalau jaraknya dekat kan dia weekend bisa pulang atau membawa keluarganya ke Lampung. Kalau di Kalimantan, berapa biaya yang harus dikeluarkan?, ” kata dia.

Dengan keunggulan-keunggulan itu, dia berharap Presiden Jokowi mengambil keputusan tidak hanya dari unsur politis saja. Akan tetapi melihat dari aspek rasionalitas dan obektivitas keadaan di Lampung.

Dalam diskusi santai juga tim FGD menggalang petisi dari berbagai unsur untuk disampaikan ke pemerintah pusat. (abd/wdi)



Komentar

Rekomendasi