oleh

Massa Marah, Rumah Tersangka Pencabul Anak Kandung Dibakar

radarlampung.co.id – Massa marah. Kediaman Supran (54), di Pekon Bakhu, Kecamatan Batuketulis, Lampung Barat dibakar, Kamis malam (16/5). Rumah yang ditempati tersangka pencabul anak kandung itu rata dengan tanah.

Kapolsek Sekincau Kompol Suharjono membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyatakan, pihaknya mendapatkan informasi saat rumah sudah dibakar. Ketika tiba di lokasi, sejumlah warga berkumpul.

“Iya, rumah tersangka dibakar massa. Tapi seluruh isi rumah sudah dikeluarkan. Termasuk sejumlah material seperti dinding-dinding sempat dibongkar terlebih dahulu oleh pihak keluarga,” kata Suharjono.

Menurut dia, aparat kepolisian berupaya menenangkan masyarakat dan meminta tidak melakukan tindakan anarkis. Namun warga yang sudah tersulut emosi tidak dapat dikendalikan.

Baca :   Kebakaran di Sukabumi, Tiga Rumah Hangus

“Sempat kita tahan. Tapi namanya massa sudah marah. Meski begitu, yang dibakar hanya bangunan rumah dari geribik. Barang-barang berhasil diselamatkan,” ujarnya.

Lebih lanjut Suharjono mengungkapkan, rumah yang dibakar itu berdiri di atas lahan milik pekon. “Itu tanah milik pekon, dan warga beralasan memiliki hak untuk tidak memperbolehkan tersangka tinggal di sana lagi,” tegasnya.

Diketahui, Supran mengintimi anak kandungnya sebanyak tujuh kali. Ini dilakukan dengan iming-iming akan membelikan ponsel baru.

Baca :   Adik Ditalak, Ipar Dianiaya  

Perceraian dengan sang istri tiga tahun lalu juga menjadi alasan Supran berbuat tidak senonoh dengan darah dagingnya. Pencabulan dilakukan dalam kurun waktu dua pekan, sejak Rabu (1/5) hingga akhirnya ia ditangkap Senin (13/5).

Ternyata tidak hanya Supran. Jakridin, kakak ipar korban juga berbuat serupa. Saat ini polisi masih mengembangkan kasus tersebut dan memeriksa tersangka lebih lanjut.

“Ayah kandung korban sudah mengakui perbuatan cabulnya sebanyak tujuh kali. Sementara untuk kakak ipar korban, saat ini masih dalam tahap penyidikan,” ungkap Suharjono. (edi/ais)



Komentar

Rekomendasi