Berita Lainnya Gandeng Perguruan Tinggi Ketimbang Gunakan Tenaga Ahli

Gandeng Perguruan Tinggi Ketimbang Gunakan Tenaga Ahli

140

radarlampung.co.id – Gubernur Lampung terpilih 2019-2024 Arinal Djunaidi, bakal menghapuskan posisi tenaga ahli di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung. Arinal yang dijadwalkan dilantik sebagai gubernur pada 12 Juni 2019 ini akan menggandeng perguruan tinggi untuk memberikan kajian akademik dalam mengambil kebijakan lima tahun mendatang.

Arinal mengatakan, perguruan tinggi akan menjadi mitra pemprov karena memiliki berbagai macam disiplin ilmu yang bisa memberikan masukan. Dia sudah merintis gagasan ini beberapa pekan lalu. Dia berharap, perguruan tinggi yang menjadi tenaga ahli gubernur. Nantinya perguruan tinggi yang akan memberikan masukan melalui dosen-dosen terbaiknya.

”Ke depan, misalnya saya menginginkan pembahasan salah satu disiplin ilmu. Maka rektor beberapa perguruan tinggi seperti dari Unila, UIN, Itera, UBL Darmajaya, dan Umitra, akan memberikan dukungannya,” kata Arinal di sela-sela open house di kediaman pribadinya Jalan Sultan Agung, Bandarlampung, Jumat (7/6).

Menurut Arinal, perguruan tinggi juga sangat merasa mempunyai kontribusi dalam pemikiran untuk membangun Lampung ke depan. Terutama dalam membahas ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif. Peran perguruan tinggi juga ada di berbagai sisi seperti digitalisasi pembangunan dan pemerintahan.

Dalam silaturahmi dan halal bihalal di rumahnya, Arinal juga kedatangan sejumlah akademisi dan birokrat senior yang seangkatan dengannya. Meski dalam suasana lebaran dan reuni, mereka juga berdiskusi tentang pembangunan Lampung selama lima tahun ke depan. Diskusi terkait dengan keahlian masing-masing.

Salah satu yang hadir adalah mantan Rektor Universitas Lampung Sugeng P Hariyanto. “Saya dan Pak Arinal muda bareng dari tahun 1981-1982, kami saling mengisi. Termasuk saat Pak Arinal menjadi kepala dinas (kehutanan) dan sekda. Jadi bagaimana nanti yang akan datang, saya bisa memberikan pemikiran tentang kehutanan. Termasuk dengan ahli-ahli yang lain,” kata Sugeng.

Pemberdayaan para akademisi sesuai dengan kompetensi ini juga mengingat bahwa Arinal tidak akan menggunakan tenaga ahli dalam pemerintahan kelak. Bahkan dengan cara ini, para ahli bisa memberikan masukan dan pemikiran melalui diskusi secara informal.

“Apalagi saya kan memang lahir di Lampung, orang Pringsewu. Tentu saya bersedia memberikan pemikiran untuk membangun Lampung. Pak Arinal juga mengatakan bahwa jangan segan-segan dalam memberi masukan sebelum beliau membuat kebijakan. Kami para ahli pun akan mengawal kebijakan tersebut,” lanjut dia.

Meskipun demikian, para akademisi tidak akan overlapping dalam memberikan masukan. Arinal tetap akan menyusun program kerja di pemerintahan. “Jadi kami mendukung program yang baik. Kalau ada yang kurang, bisa kami perbaiki,” ucapnya.

Sementara, secara umum, Sugeng menginginkan pembantu agrowisata. Dimana, Lampung merupakan penyangga Jakarta. Sehingga warga Jakarta tidak perlu ke Bandung yang memang pengelolaan hutan wisatanya maksimal. Sedangkan Lampung tidak kalah dalam hal kehutanan. Diantaranya Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdurrahman dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). “Taman nasional bisa dikembangkan Tampa merusak lingkungan,” pungkasnya. (rls/dna/kyd)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini